عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّ رَجُلًا جَاءَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ فَقَالَ:
يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَيُّ النَّاسِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ؟ وَأَيُّ الْأَعْمَالِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ؟
فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ
أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ، وَأَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ، أَوْ تَكْشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً، أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا، أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا، وَلَأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخٍ فِي حَاجَةٍ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ شَهْرًا
Terjemahan
Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah ﷺ lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling dicintai Allah? Dan amal apa yang paling dicintai Allah?” Rasulullah ﷺ bersabda:
“Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia. Amal yang paling dicintai Allah ialah membuat seorang muslim merasa gembira, menghilangkan kesusahannya, melunasi utangnya, atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh, aku berjalan bersama saudaraku untuk memenuhi kebutuhannya lebih aku sukai daripada aku beri’tikaf di masjid ini selama sebulan…”
Keterangan Hadis
- Perawi: Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma.
- Mukharrij: Sulaiman bin Ahmad ath-Thabrani dan juga diriwayatkan dalam Al-Mu’jam al-Awsath dengan jalur lain.
- Derajat: Dinilai hasan li ghairihi oleh sebagian ulama hadis, di antaranya Muhammad Nasiruddin al-Albani.