Bab 15 – Keutamaan Menjadi Penolong bagi Sesama


عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ ﷺ:

أَيُّ الْإِسْلَامِ خَيْرٌ؟

قَالَ:

تُطْعِمُ الطَّعَامَ، وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ

Terjemahan

Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash radhiyallahu ‘anhuma, seorang laki-laki bertanya kepada Nabi ﷺ, “Islam yang manakah yang paling baik?” Beliau menjawab:

“Engkau memberi makan, dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal maupun yang tidak engkau kenal.”

Penjelasan

Hadis ini menjelaskan bahwa di antara amalan terbaik dalam Islam adalah memberi makan kepada orang lain dan menyebarkan salam. Kedua amalan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial yang dapat mempererat persaudaraan, menumbuhkan kasih sayang, dan menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis.

Hikmah

  • Memberi makan merupakan salah satu amal terbaik dalam Islam.
  • Menyebarkan salam menumbuhkan persaudaraan dan rasa aman.
  • Kepedulian terhadap kebutuhan sesama merupakan cerminan keimanan.

Contoh Penerapan

  • Menyediakan makanan berbuka puasa di masjid.
  • Berbagi makanan kepada fakir miskin, anak yatim, atau tetangga.
  • Menjamu tamu dengan ikhlas.
  • Membiasakan mengucapkan salam kepada siapa pun, baik yang dikenal maupun yang belum dikenal.

Keterangan Hadis

  • Perawi: Abdullah bin Amr bin al-Ash radhiyallahu ‘anhuma.
  • Mukharrij: Muhammad al-Bukhari.
  • Kitab: Shahih al-Bukhari.
  • Bab: إِطْعَامُ الطَّعَامِ مِنَ الْإِسْلَامِ (Memberi makan merupakan bagian dari ajaran Islam).
  • Derajat: Shahih.