عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ:
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
Terjemahan:
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:
“Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.”
Penjelasan:
Hadis ini mengajarkan bahwa kesempurnaan iman tercermin dari kepedulian terhadap sesama. Seorang muslim hendaknya menginginkan kebaikan, kemudahan, dan kebahagiaan bagi saudaranya sebagaimana ia menginginkannya untuk dirinya sendiri. Sikap ini menjadi dasar dalam saling membantu dan memudahkan urusan orang lain.
Hikmah:
- Kesempurnaan iman diwujudkan dengan mencintai kebaikan bagi sesama.
- Mengutamakan kepentingan dan kemudahan orang lain merupakan akhlak mulia.
- Kepedulian akan memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Contoh Penerapan:
Membantu teman memahami pelajaran, berbagi informasi lowongan pekerjaan, membantu tetangga yang kesulitan, serta tidak iri terhadap keberhasilan orang lain.
Keterangan Hadis
- Perawi: Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu.
- Mukharrij: Muhammad al-Bukhari dan Muslim bin al-Hajjaj.
- Kitab: Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim.
- Derajat: Shahih (Muttafaq ‘Alaih).