Bab 8 – Sebaik-Baik Manusia adalah yang Paling Bermanfaat


عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

Terjemahan:

“Dari Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, saling mengasihi, dan saling menyayangi adalah seperti satu tubuh. Apabila salah satu anggota tubuh merasakan sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakannya dengan tidak dapat tidur dan demam.”

Penjelasan:

Hadis ini menggambarkan eratnya hubungan persaudaraan sesama mukmin. Seorang muslim hendaknya memiliki rasa empati dan kepedulian terhadap saudaranya, sehingga ketika ada yang mengalami kesulitan, yang lain turut membantu dan meringankan bebannya sebagaimana anggota tubuh saling merasakan penderitaan.

Hikmah:

  • Umat Islam merupakan satu kesatuan yang saling mencintai dan menyayangi.
  • Kepedulian terhadap sesama adalah tanda kuatnya iman.
  • Membantu orang lain akan mempererat ukhuwah Islamiyah dan menciptakan masyarakat yang harmonis.

Contoh Penerapan:

Berpartisipasi dalam penggalangan dana bagi korban bencana, menjenguk orang yang sakit, membantu tetangga yang mengalami musibah, serta memberikan dukungan kepada saudara yang sedang menghadapi kesulitan.

Keterangan Hadis

  • Perawi: Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu.
  • Mukharrij: Muhammad al-Bukhari dan Muslim bin al-Hajjaj.
  • Kitab: Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim.
  • Derajat: Shahih (Muttafaq ‘Alaih).