حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ دَاوُدَ، عَنْ عَاصِمِ بْنِ رَجَاءِ بْنِ حَيْوَةَ، عَنْ دَاوُدَ بْنِ جَمِيلٍ، عَنْ كَثِيرِ بْنِ قَيْسٍ، عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:
«مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَبْتَغِي فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ، وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًى لِطَالِبِ الْعِلْمِ، وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ حَتَّى الْحِيتَانُ فِي الْمَاءِ، وَفَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ، إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ، إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ.»
Telah menceritakan kepada kami Nasr bin Ali Al-Jahdhami, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Daud, dari Ashim bin Raja’ bin Haiwah, dari Daud bin Jamil, dari Katsir bin Qais, dari Abu Darda radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Sesungguhnya para malaikat benar-benar meletakkan sayap-sayap mereka karena rida kepada penuntut ilmu. Dan sesungguhnya seorang yang berilmu benar-benar akan dimohonkan ampunan oleh siapa saja yang ada di langit dan di bumi hingga ikan-ikan di dalam air. Keutamaan seorang yang berilmu atas seorang ahli ibadah adalah seperti keutamaan bulan atas seluruh bintang-bintang. Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi. Dan sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar tidak pula dirham, melainkan mereka hanyalah mewariskan ilmu. Maka barang siapa yang mengambil ilmu tersebut, ia telah mengambil bagian keuntungan yang sangat banyak.”
(HR. Abu Daud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah; hadis ini sahih dan memiliki jalur penguat yang banyak)