Mempunyai ilmu adalah sebuah kemuliaan, namun ia juga membawa tanggung jawab besar. Ketika seseorang mengetahui sebuah kebenaran tetapi enggan mengamalkannya, ilmu tersebut tidak lagi menjadi cahaya, melainkan menjadi beban dan bumerang yang membahayakan dirinya sendiri.
Dampak buruk dan ancaman bagi mereka yang menimbun ilmu tanpa mengamalkannya:
Menjadi Hujjah yang Menuntut di Akhirat: Ilmu yang tidak diamalkan akan menjadi saksi yang memberatkan (hujjah ‘alaik) di hadapan Allah, karena pemiliknya telah mengetahui mana yang benar namun sengaja mengabaikannya.
Hilangnya Keberkahan Ilmu: Ilmu yang tidak dipraktikkan akan cepat terlupakan dan dicabut keberkahannya oleh Allah, sehingga tidak membawa ketenangan atau manfaat bagi pemiliknya maupun orang lain.
Mendatangkan Kemurkaan Allah: Menyeru orang lain kepada kebaikan atau mengetahui suatu syariat sementara diri sendiri melanggarnya adalah perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah SWT.
Hukuman yang Berat di Akhirat: Orang yang memiliki ilmu namun bertolak belakang dalam penerapannya akan mendapatkan balasan yang sangat menyakitkan, bahkan didahului sebelum orang-orang yang tidak tahu (jahil).
Landasan Hadis
ثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ، حَدَّثَنَا لَيْثٌ، عَنْ عُقَيْلٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ
يَقُولُ: «اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا.» وَفِي رِوَايَةٍ أُخْرَى لِلْبُخَارِيِّ وَمُسْلِمٍ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «يُجَاءُ بِالرَّجُلِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُلْقَى فِي النَّارِ، فَتَنْدَلِقُ أَقْتَابُهُ فِي النَّارِ، فَيَدُورُ كَمَا يَدُورُ الْحِمَارُ بِرَحَاهُ، فَيَجْتَمِعُ أَهْلُ النَّارِ عَلَيْهِ فَيَقُولُونَ: أَيْ فُلَانُ مَا شَأْنُكَ؟ أَلَيْسَ كُنْتَ تَأْمُرُنَا بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَانَا عَنِ الْمُنْكَرِ؟ قَالَ: كُنْتُ آمُرُكُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَلَا آتِيهِ، وَأَنْهَاكُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَآتِيهِ.»
Terjemahan Paragraf Lengkap (Sanad & Matan):
Telah menceritakan kepada kami Said bin Manshur, Abu Bakr bin Abi Syaibah, dan Amru bin Ali, mereka berkata bahwa telah menceritakan kepada kami Isa bin Yunus, dari Al-A’masy, dari Abu Zhabyan, dari Usamah bin Zaid, ia berkata bahwa aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Akan didatangkan seorang pria pada hari kiamat lalu dicampakkan ke dalam neraka, hingga ususnya terburai di dalam neraka. Pria itu berputar-putar (di dalam neraka) sebagaimana seekor keledai yang berputar mengitari alat penggilingannya. Maka penghuni neraka berkumpul mengelilinginya seraya bertanya, ‘Wahai Fulan, apa yang terjadi denganmu? Bukankah dulu kamu sering memerintahkan kami berbuat makruf dan melarang kami dari kemungkaran?’ Pria itu menjawab, ‘Dulu aku memerintahkan kalian berbuat makruf, namun aku sendiri tidak melaksanakannya. Dan aku melarang kalian dari kemungkaran, namun aku sendiri mengerjakannya,”
(HR. Bukhari dan Muslim)