حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ:قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
«مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ.»
Telah menceritakan kepada kami Mahmud bin Ghailan, ia berkata bahwa telah menceritakan kepada kami Abu Usamah, dari Al-A’masy, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.”
Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan besarnya keutamaan menuntut ilmu. Akan tetapi, para ulama menjelaskan bahwa kemudahan menuju surga bukan hanya diperoleh karena seseorang belajar, melainkan karena ilmu yang dipelajari membimbingnya untuk beramal saleh. Ilmu menjadi jalan menuju surga apabila ilmu tersebut diamalkan dengan ikhlas dan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.
Hadis ini juga menunjukkan bahwa ilmu merupakan sarana untuk memperbaiki kualitas ibadah, akhlak, dan hubungan sosial. Semakin banyak ilmu yang diamalkan, semakin dekat pula seseorang kepada Allah Swt. Sebaliknya, ilmu yang tidak diamalkan akan kehilangan tujuan utamanya sebagai petunjuk hidup.