حدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى التَّمِيمِيُّ ، وَعُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ كِلَاهُمَا، عَنْ جَرِيرٍ ، قَالَ يَحْيَى : أَخْبَرَنَا جَرِيرٌ، عَنِ الْأَعْمَشِ ، عَنْ أَبِي سُفْيَانَ ، قَالَ : سَمِعْتُ جَابِرًا يَقُولُ : سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : ” إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكَ الصَّلَاةِ
Yahya bin Yahya al-Tamimi dan Uthman bin Abi Shaybah keduanya meriwayatkan kepada kami dari Jarir. Yahya berkata: Jarir memberitahukan kepada kami dari al-A’mash, dari Abu Sufyan, yang berkata: Aku mendengar Jabir berkata: Aku mendengar Nabi saw :
“Sesungguhnya batas antara seseorang dengan syirik dan kufur itu adalah meninggalkan shalat.”
(HR. Muslim)