{"id":18,"date":"2026-01-23T07:24:13","date_gmt":"2026-01-23T07:24:13","guid":{"rendered":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/quranic-urban-hub-haidar\/kejujuran-timbangan-takaran-dalam-e-commerce-pasar\/"},"modified":"2026-01-24T04:01:45","modified_gmt":"2026-01-24T04:01:45","slug":"kejujuran-timbangan-takaran-dalam-e-commerce-pasar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/quranic-urban-hub-haidar\/kejujuran-timbangan-takaran-dalam-e-commerce-pasar\/","title":{"rendered":"Etika Transaksi Modern"},"content":{"rendered":"<p><em><strong>Kejujuran timbangan\/takaran dalam e-commerce &amp; pasar<\/strong><\/em><\/p>\n<p><strong>Al-Mutaffifin 83:1<\/strong><\/p>\n<p dir=\"rtl\"><strong>\u0648\u064e\u064a\u06e1\u0644\u08f1 \u0644\u0651\u0650\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0637\u064e\u0641\u0651\u0650\u0641\u0650\u064a\u0646\u064e\u00a0<\/strong><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><em>Indonesian &#8211; Sabeq Company<\/em><\/p>\n<p dir=\"ltr\">Celakalah bagi orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang)!<\/p>\n<p><em>Indonesian &#8211; Tafsir Kemenag RI<\/em><\/p>\n<p>(1) Azab dan kehinaan yang besar pada hari Kiamat disediakan bagi orang-orang yang curang dalam menakar dan menimbang. Allah telah menyampaikan ancaman yang pedas kepada orang-orang yang curang dalam menakar dan menimbang yang terjadi di tempat-tempat jual beli di Mekah dan Medinah pada waktu itu.<\/p>\n<p>Diriwayatkan bahwa di Medinah ada seorang laki-laki bernama Abu Juhainah. Ia mempunyai dua macam takaran yang besar dan yang kecil. Bila ia membeli gandum atau kurma dari para petani, ia mempergunakan takaran yang besar, akan tetapi jika ia menjual kepada orang lain ia mempergunakan takaran yang kecil.<\/p>\n<p>Perbuatan seperti itu menunjukkan adanya sifat tamak, ingin mencari keuntungan bagi dirinya sendiri walaupun dengan jalan merugikan orang lain. Terhadap orang seperti itu, Nabi Muhammad telah memberi ancaman yang pedas sekali seperti tersebut dalam hadis ini: Ada lima perkara yang dibalas dengan lima perkara:<\/p>\n<ol>\n<li>Tidak pernah suatu kaum yang melanggar janji, melainkan Allah akan membiarkan kaum itu dikuasai musuhnya.<\/li>\n<li>Tidak pernah mereka yang memutuskan suatu perkara dengan hukuman yang tidak diturunkan oleh Allah, melainkan akan tersebar luaslah kefakiran di kalangan mereka.<\/li>\n<li>Perzinaan tidak pernah meluas di kalangan mereka secara luas, melainkan akan tersebar luaslah bahaya kematian.<\/li>\n<li>Tidak pernah mereka yang berbuat curang dalam menakar dan menimbang, melainkan mereka akan kehilangan kesuburan tumbuh-tumbuhan dan ditimpa musim kemarau.<\/li>\n<li>Dan tidak pernah mereka yang menahan zakat, melainkan akan diazab dengan tertahannya hujan (kemarau yang panjang).<\/li>\n<\/ol>\n<p>(Riwayat ath-thabrani dari Ibnu &#8216;Abbas)<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Al-Mutaffifin 83:2<\/strong><\/p>\n<p dir=\"rtl\"><strong>\u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0671\u0643\u06e1\u062a\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u064a\u064e\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0648\u06e1\u0641\u064f\u0648\u0646\u064e<\/strong><\/p>\n<p><em>Indonesian &#8211; Sabeq Company<\/em><\/p>\n<p>(Yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dicukupkan,<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>Indonesian &#8211; Tafsir Kemenag RI<\/em><\/p>\n<p>2-3) Dalam dua ayat ini, Allah menjelaskan perilaku orang yang akan menjadi penghuni neraka. Mereka adalah orang-orang yang ingin dipenuhi takaran atau timbangannya ketika membeli karena tidak mau rugi. Sebaliknya, apabila menjual kepada orang lain, mereka akan mengurangi takaran atau timbangannya.<\/p>\n<p>Orang-orang yang mengurangi takaran dan timbangan mendapat dosa yang besar karena dengan perbuatan itu, dia dianggap telah memakan harta orang lain tanpa kerelaan pemiliknya. Allah melarang perbuatan yang demikian itu. Allah berfirman: Dan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil. (al-Baqarah\/2: 188) Yang dimaksud dengan takaran di sini mencakup segala ukuran dan timbangan yang biasa dipakai dalam jual beli dan terkait dengan pengurangan hak orang lain.<\/p>\n<p>Banyak sekali kita jumpai dalam kehidupan sekarang ini pengurangan-pengurangan yang merugikan orang lain, seperti menjual tabung gas yang isinya tidak sesuai dengan standar, mengurangi literan bensin yang dijual, penjual kain yang mengurangi ukuran kain yang dijualnya.<\/p>\n<p>Termasuk dalam pengurangan takaran yang sangat merugikan dan berbahaya adalah korupsi. Pelaku korupsi mengurangi dana sebuah proyek dari perencanaan semula demi memperoleh keuntungan untuk diri sendiri, atau mengurangi kualitas bahan yang diperlukan dalam proyek tersebut dan menggantinya dengan bahan yang berkualitas lebih rendah.<\/p>\n<p>Ayat ini mengingatkan manusia untuk menjauhi praktek-praktek yang merugikan orang lain dan ancaman hukumannya sangat besar di dunia dan akhirat. Ayat senada yang menyuruh manusia untuk memenuhi dan menyempurnakan timbangan adalah firman Allah: Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan timbangan yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (al-Isra&#8217;\/17: 35)<\/p>\n<p><strong>Al-Mutaffifin 83:3<\/strong><\/p>\n<p dir=\"rtl\"><strong>\u0648\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0627\u0644\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u06e1 \u0623\u064e\u0648 \u0648\u0651\u064e\u0632\u064e\u0646\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u06e1 \u064a\u064f\u062e\u06e1\u0633\u0650\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e<\/strong><\/p>\n<p><em>Indonesian &#8211; Sabeq Company<\/em><\/p>\n<p>Dan apabila mereka menakar atau menimbang (untuk orang lain), mereka mengurangi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>Indonesian &#8211; Tafsir Kemenag RI<\/em><\/p>\n<p>2-3) Dalam dua ayat ini, Allah menjelaskan perilaku orang yang akan menjadi penghuni neraka. Mereka adalah orang-orang yang ingin dipenuhi takaran atau timbangannya ketika membeli karena tidak mau rugi. Sebaliknya, apabila menjual kepada orang lain, mereka akan mengurangi takaran atau timbangannya.<\/p>\n<p>Orang-orang yang mengurangi takaran dan timbangan mendapat dosa yang besar karena dengan perbuatan itu, dia dianggap telah memakan harta orang lain tanpa kerelaan pemiliknya. Allah melarang perbuatan yang demikian itu. Allah berfirman: Dan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil. (al-Baqarah\/2: 188) Yang dimaksud dengan takaran di sini mencakup segala ukuran dan timbangan yang biasa dipakai dalam jual beli dan terkait dengan pengurangan hak orang lain.<\/p>\n<p>Banyak sekali kita jumpai dalam kehidupan sekarang ini pengurangan-pengurangan yang merugikan orang lain, seperti menjual tabung gas yang isinya tidak sesuai dengan standar, mengurangi literan bensin yang dijual, penjual kain yang mengurangi ukuran kain yang dijualnya.<\/p>\n<p>Termasuk dalam pengurangan takaran yang sangat merugikan dan berbahaya adalah korupsi. Pelaku korupsi mengurangi dana sebuah proyek dari perencanaan semula demi memperoleh keuntungan untuk diri sendiri, atau mengurangi kualitas bahan yang diperlukan dalam proyek tersebut dan menggantinya dengan bahan yang berkualitas lebih rendah.<\/p>\n<p>Ayat ini mengingatkan manusia untuk menjauhi praktek-praktek yang merugikan orang lain dan ancaman hukumannya sangat besar di dunia dan akhirat. Ayat senada yang menyuruh manusia untuk memenuhi dan menyempurnakan timbangan adalah firman Allah: Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan timbangan yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (al-Isra&#8217;\/17: 35)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em><strong>Prinsip keridhaan\/suka sama suka dalam bisnis<\/strong><\/em><\/p>\n<p><strong>An-Nisa&#8217; 4:29<\/strong><\/p>\n<p dir=\"rtl\"><strong>\u064a\u064e\u0627\u0653\u0623\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0646\u064e \u0621\u064e\u0627\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0623\u06e1\u0643\u064f\u0644\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652 \u0623\u064e\u0645\u06e1\u0648\u064e\u0670\u0644\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u064e\u064a\u06e1\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0671\u0644\u06e1\u0628\u064e\u0670\u0637\u0650\u0644\u0650 \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627\u0653 \u0623\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u062a\u0650\u062c\u064e\u0670\u0631\u064e\u0629\u064b \u0639\u064e\u0646 \u062a\u064e\u0631\u064e\u0627\u0636\u08f2 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06da \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0642\u06e1\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0653\u0627\u0652 \u0623\u064e\u0646\u0641\u064f\u0633\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1\u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u06e1 \u0631\u064e\u062d\u0650\u064a\u0645\u08f0\u0627<\/strong><\/p>\n<p><em>Indonesian &#8211; Sabeq Company<\/em><\/p>\n<p>Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesama kamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>Indonesian &#8211; Tafsir Kemenag RI<\/em><\/p>\n<p>(29) Ayat ini melarang mengambil harta orang lain dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dengan perniagaan yang berlaku atas dasar kerelaan bersama.<\/p>\n<p>Menurut ulama tafsir, larangan memakan harta orang lain dalam ayat ini mengandung pengertian yang luas dan dalam, antara lain:<\/p>\n<ol>\n<li>Agama Islam mengakui adanya hak milik pribadi yang berhak mendapat perlindungan dan tidak boleh diganggu gugat.<\/li>\n<li>Hak milik pribadi, jika memenuhi nisabnya, wajib dikeluarkan zakatnya dan kewajiban lainnya untuk kepentingan agama, negara dan sebagainya.<\/li>\n<li>Sekalipun seseorang mempunyai harta yang banyak dan banyak pula orang yang memerlukannya dari golongan-golongan yang berhak menerima zakatnya, tetapi harta orang itu tidak boleh diambil begitu saja tanpa seizin pemiliknya atau tanpa menurut prosedur yang sah.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Mencari harta dibolehkan dengan cara berniaga atau berjual beli dengan dasar kerelaan kedua belah pihak tanpa suatu paksaan. Karena jual beli yang dilakukan secara paksa tidak sah walaupun ada bayaran atau penggantinya. Dalam upaya mendapatkan kekayaan tidak boleh ada unsur zalim kepada orang lain, baik individu atau masyarakat.<\/p>\n<p>Tindakan memperoleh harta secara batil,misalnya mencuri, riba, berjudi, korupsi, menipu, berbuat curang, mengurangi timbangan, suap-menyuap, dan sebagainya. Selanjutnya Allah melarang membunuh diri. Menurut bunyi ayat, yang dilarang dalam ayat ini ialah membunuh diri sendiri, tetapi yang dimaksud ialah membunuh diri sendiri dan membunuh orang lain. Membunuh orang lain berarti membunuh diri sendiri, sebab setiap orang yang membunuh akan dibunuh, sesuai dengan hukum kisas.<\/p>\n<p>Dilarang bunuh diri karena perbuatan itu termasuk perbuatan putus asa, dan orang yang melakukannya adalah orang yang tidak percaya kepada rahmat dan pertolongan Allah. Kemudian ayat 29 ini diakhiri dengan penjelasan bahwa Allah melarang orang-orang yang beriman memakan harta dengan cara yang batil dan membunuh orang lain, atau bunuh diri. Itu adalah karena kasih sayang Allah kepada hamba-Nya demi kebahagiaan hidup mereka di dunia dan di akhirat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em><strong>Standar integritas pelayanan publik &amp; jasa<\/strong><\/em><\/p>\n<p><strong>Al-Isra&#8217; 17:35<\/strong><\/p>\n<p dir=\"rtl\"><strong>\u0648\u064e\u0623\u064e\u0648\u06e1\u0641\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0671\u0644\u06e1\u0643\u064e\u064a\u06e1\u0644\u064e \u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0643\u0650\u0644\u06e1\u062a\u064f\u0645\u06e1 \u0648\u064e\u0632\u0650\u0646\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0628\u0650\u0671\u0644\u06e1\u0642\u0650\u0633\u06e1\u0637\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0633\u06e1\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u0645\u0650\u06da \u0630\u064e\u0670\u0644\u0650\u0643\u064e \u062e\u064e\u064a\u06e1\u0631\u08f1 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062d\u06e1\u0633\u064e\u0646\u064f \u062a\u064e\u0623\u06e1\u0648\u0650\u064a\u0644\u08f0\u0627<\/strong><\/p>\n<p><em>Indonesian &#8211; Sabeq Company<\/em><\/p>\n<p>Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan timbangan yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>Indonesian &#8211; Tafsir Kemenag RI<\/em><\/p>\n<p>(35) Selanjutnya Allah memerintahkan kepada kaum Muslimin agar menyempurnakan takaran bila menakar barang dagangan. Maksudnya ialah pada waktu menakar barang hendaknya dilakukan dengan setepat-tepatnya dan secermat-cermatnya. Oleh karena itu, seseorang yang menakar barang dagangan yang akan diserahkan kepada orang lain sesudah dijual tidak boleh dikurangi takarannya karena merugikan orang lain.<\/p>\n<p>Demikian pula kalau seseorang menakar barang dagangan orang lain yang akan ia terima sesudah dibeli, tidak boleh dilebihkan, karena juga merugikan orang lain. Allah swt juga memerintahkan kepada mereka agar menimbang barang dengan neraca (timbangan) yang benar dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.<\/p>\n<p>Neraca yang benar ialah neraca yang dibuat seteliti mungkin, sehingga dapat memberikan kepercayaan kepada orang yang melakukan jual beli, dan tidak memungkinkan terjadinya penambahan dan pengurangan secara curang. Allah swt mengancam orang-orang yang mengurangi takaran dan timbangan ini dengan ancaman keras.<\/p>\n<p>Allah swt berfirman: Celakalah bagi orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang)! (Yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dicukupkan, dan apabila mereka menakar atau menimbang (untuk orang lain), mereka mengurangi. (al-Muthaffifin\/83: 1-3)<\/p>\n<p>Di akhir ayat, Allah swt menjelaskan bahwa menakar atau menimbang barang dengan teliti lebih baik akibatnya bagi mereka karena di dunia mereka mendapat kepercayaan dari anggota masyarakat, dan di akhirat nanti akan mendapat pahala dari Allah dan keridaan-Nya, serta terhindar dari api neraka.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em><strong>Keseimbangan mencari nafkah di jam kerja kota<\/strong><\/em><\/p>\n<p><strong>Al-Jumu&#8217;ah 62:10<\/strong><\/p>\n<p dir=\"rtl\"><strong>\u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u064f\u0636\u0650\u064a\u064e\u062a\u0650 \u0671\u0644\u0635\u0651\u064e\u0644\u064e\u0648\u0670\u0629\u064f \u0641\u064e\u0671\u0646\u062a\u064e\u0634\u0650\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0631\u06e1\u0636\u0650 \u0648\u064e\u0671\u0628\u06e1\u062a\u064e\u063a\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0645\u0650\u0646 \u0641\u064e\u0636\u06e1\u0644\u0650 \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0671\u0630\u06e1\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u08f0\u0627 \u0644\u0651\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0643\u064f\u0645\u06e1 \u062a\u064f\u0641\u06e1\u0644\u0650\u062d\u064f\u0648\u0646\u064e\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><em>Indonesian &#8211; Sabeq Company<\/em><\/p>\n<p>Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>Indonesian &#8211; Tafsir Kemenag RI<\/em><\/p>\n<p>(10) Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa setelah selesai melakukan salat Jumat, umat Islam boleh bertebaran di muka bumi untuk melaksanakan urusan duniawi, dan berusaha mencari rezeki yang halal, sesudah menunaikan yang bermanfaat untuk akhirat.<\/p>\n<p>Hendaklah mengingat Allah sebanyak-banyaknya dalam mengerjakan usahanya dengan menghindarkan diri dari kecurangan, penyelewengan, dan lain-lainnya.<\/p>\n<p>Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi apalagi yang tampak nyata, sebagaimana firman Allah: Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata. Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana. (at-Tagabun\/64:18)<\/p>\n<p>Dengan demikian, tercapailah kebahagiaan dan keberuntungan di dunia dan di akhirat. Dianjurkan kepada siapa yang telah selesai salat Jumat membaca doa yang biasa dilakukan oleh Arrak bin Malik &#8220;Ya Allah! Sesungguhnya aku telah memenuhi panggilan-Mu,<\/p>\n<p>dan melaksanakan kewajiban kepada-Mu, dan bertebaran (di muka bumi) sebagaimana Engkau perintahkan kepadaku, maka anugerahkanlah kepadaku karunia-Mu. Engkaulah sebaik-baik Pemberi rezeki.<\/p>\n<p>&#8221; (Riwayat Ibnu Abi hatim)&#8221;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kejujuran timbangan\/takaran dalam e-commerce &amp; pasar Al-Mutaffifin 83:1 \u0648\u064e\u064a\u06e1\u0644\u08f1 \u0644\u0651\u0650\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0637\u064e\u0641\u0651\u0650\u0641\u0650\u064a\u0646\u064e\u00a0 Indonesian &#8211; Sabeq Company Celakalah bagi orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang)! Indonesian &#8211; Tafsir Kemenag RI (1) Azab dan kehinaan yang besar pada hari Kiamat disediakan bagi orang-orang yang curang dalam menakar dan menimbang. Allah telah menyampaikan ancaman yang pedas kepada orang-orang yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-18","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-etika-transaksi-modern"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/quranic-urban-hub-haidar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/quranic-urban-hub-haidar\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/quranic-urban-hub-haidar\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/quranic-urban-hub-haidar\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/quranic-urban-hub-haidar\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/quranic-urban-hub-haidar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":74,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/quranic-urban-hub-haidar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18\/revisions\/74"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/quranic-urban-hub-haidar\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/quranic-urban-hub-haidar\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/quranic-urban-hub-haidar\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}