{"id":35,"date":"2026-01-23T13:57:44","date_gmt":"2026-01-23T13:57:44","guid":{"rendered":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/quranic-urban-hub-haidar\/kepedulian-lingkungan\/"},"modified":"2026-01-24T06:42:08","modified_gmt":"2026-01-24T06:42:08","slug":"kepedulian-lingkungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/quranic-urban-hub-haidar\/kepedulian-lingkungan\/","title":{"rendered":"Kepedulian Lingkungan"},"content":{"rendered":"<p><em><strong>Dampak polusi &amp; kerusakan alam akibat tangan manusia<\/strong><\/em><\/p>\n<p><strong>Ar-Rum 30:41<\/strong><\/p>\n<p dir=\"rtl\"><strong>\u0638\u064e\u0647\u064e\u0631\u064e \u0671\u0644\u06e1\u0641\u064e\u0633\u064e\u0627\u062f\u064f \u0641\u0650\u064a \u0671\u0644\u06e1\u0628\u064e\u0631\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0628\u064e\u062d\u06e1\u0631\u0650 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u064e\u062a\u06e1 \u0623\u064e\u064a\u06e1\u062f\u0650\u064a \u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0644\u0650\u064a\u064f\u0630\u0650\u064a\u0642\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0639\u06e1\u0636\u064e \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1 \u064a\u064e\u0631\u06e1\u062c\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e<\/strong><\/p>\n<p><em>Indonesian &#8211; Sabeq Company<\/em><\/p>\n<p>Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>Indonesian &#8211; Tafsir Kemenag RI<\/em><\/p>\n<p>(41) Dalam ayat ini diterangkan bahwa telah terjadi al-fasad di daratan dan lautan. Al-Fasad adalah segala bentuk pelanggaran atas sistem atau hukum yang dibuat Allah, yang diterjemahkan dengan &#8220;perusakan&#8221;. Perusakan itu bisa berupa pencemaran alam sehingga tidak layak lagi didiami, atau bahkan penghancuran alam sehingga tidak bisa lagi dimanfaatkan. Di daratan, misalnya, hancurnya flora dan fauna, dan di laut seperti rusaknya biota laut. Juga termasuk al-fasad adalah perampokan, perompakan, pembunuhan, pemberontakan, dan sebagainya. Perusakan itu terjadi akibat prilaku manusia, misalnya eksploitasi alam yang berlebihan, peperangan, percobaan senjata, dan sebagainya.<\/p>\n<p>Prilaku itu tidak mungkin dilakukan orang yang beriman dengan keimanan yang sesungguhnya karena ia tahu bahwa semua perbuatannya akan dipertanggungjawabkan nanti di depan Allah. Dalam ayat ini, Allah menegaskan bahwa tidak seluruh akibat buruk perusakan alam itu dirasakan oleh manusia, tetapi sebagiannya saja. Sebagian akibat buruk lainnya telah diatasi Allah, di antaranya dengan menyediakan sistem dalam alam yang dapat menetralisir atau memulihkan kerusakan alam.<\/p>\n<p>Hal ini berarti bahwa Allah sayang kepada manusia. Seandainya Allah tidak sayang kepada manusia, dan tidak menyediakan sistem alam untuk memulihkan kerusakannya, maka pastilah manusia akan merasakan seluruh akibat perbuatan jahatnya. Seluruh alam ini akan rusak dan manusia tidak akan bisa lagi menghuni dan memanfaatkannya, sehingga mereka pun akan hancur. Allah berfirman: Dan sekiranya Allah menghukum manusia disebabkan apa yang telah mereka perbuat, niscaya Dia tidak akan menyisakan satu pun makhluk bergerak yang bernyawa di bumi ini, tetapi Dia menangguhkan (hukuman)-nya, sampai waktu yang sudah ditentukan.<\/p>\n<p>Nanti apabila ajal mereka tiba, maka Allah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya. (al-Fathir\/35: 45) Dengan penimpaan kepada mereka sebagian akibat perusakan alam yang mereka lakukan, Allah berharap manusia akan sadar. Mereka tidak lagi merusak alam, tetapi memeliharanya. Mereka tidak lagi melanggar ekosistem yang dibuat Allah, tetapi mematuhinya. Mereka juga tidak lagi mengingkari dan menyekutukan Allah, tetapi mengimani-Nya. Memang kemusyrikan itu suatu perbuatan dosa yang luar biasa besarnya dan hebat dampaknya sehingga sulit sekali dipertanggungjawabkan oleh pelakunya.<\/p>\n<p>Bahkan sulit dipanggul oleh alam, sebagaimana dinyatakan firman-Nya: Hampir saja langit pecah, dan bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh, (karena ucapan itu). (Maryam\/19: 90) Seluruh langit dan bumi adalah satu sistem yang bersatu di bawah perintah Allah. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur&#8217;an bahwa semua yang ada dalam sistem ini diberikan untuk kepentingan hidup manusia, yang dilanjutkan dengan suatu peringatan spiritual untuk tidak menyekutukan-Nya dengan yang lain. Sebagai khalifah, manusia harus mengikuti dan mematuhi semua hukum Allah, termasuk tidak melakukan kerusakan terhadap sumber daya alam yang ada. Mereka juga harus bertanggung jawab terhadap keberlanjutan kehidupan di bumi ini.<\/p>\n<p>Bumi ditundukkan Allah untuk menjadi tempat kediaman manusia. Akan tetapi, alih-alih bersyukur, manusia malah menjadi makhluk yang paling banyak merusak keseimbangan alam. Contoh yang merupakan peristiwa-peristiwa alam yang terjadi di tanah air karena ulah manusia adalah kebakaran hutan dan banjir. Dengan ditunjuknya manusia sebagai khalifah, di samping memperoleh hak untuk menggunakan apa yang ada di bumi, mereka juga memikul tanggung jawab yang berat dalam mengelolanya. Dari sini terlihat pandangan Islam bahwa bumi memang diperuntukkan bagi manusia.<\/p>\n<p>Namun demikian, manusia tidak boleh memperlakukan bumi semaunya sendiri. Hal ini ditunjukkan oleh kata-kata bumi (453 kali) yang lebih banyak disebutkan dalam Al-Quran daripada langit atau surga (320 kali). Hal ini memberi kesan kuat tentang kebaikan dan kesucian bumi. Debu dapat menggantikan air dalam bersuci. Nabi Muhammad saw bersabda: Bumi diciptakan untukku sebagai masjid dan sebagai alat untuk bersuci. (Riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah) Ada semacam kesakralan dan kesucian dari bumi, sehingga merupakan tempat yang baik untuk memuja Tuhan, baik dalam upacara formal maupun dalam perikehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong><em>Larangan merusak ekosistem perkotaan<\/em><\/strong><\/p>\n<p><strong>Al-A&#8217;raf 7:56<\/strong><\/p>\n<p dir=\"rtl\"><strong>\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0641\u06e1\u0633\u0650\u062f\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0641\u0650\u064a \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0631\u06e1\u0636\u0650 \u0628\u064e\u0639\u06e1\u062f\u064e \u0625\u0650\u0635\u06e1\u0644\u064e\u0670\u062d\u0650\u0647\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0671\u062f\u06e1\u0639\u064f\u0648\u0647\u064f \u062e\u064e\u0648\u06e1\u0641\u08f0\u0627 \u0648\u064e\u0637\u064e\u0645\u064e\u0639\u064b\u0627\u06da \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u062d\u06e1\u0645\u064e\u062a\u064e \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0642\u064e\u0631\u0650\u064a\u0628\u08f1 \u0645\u0651\u0650\u0646\u064e \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u062d\u06e1\u0633\u0650\u0646\u0650\u064a\u0646\u064e<\/strong><\/p>\n<p><em>Indonesian &#8211; Sabeq Company<\/em><\/p>\n<p>Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>Indonesian &#8211; Tafsir Kemenag RI<\/em><\/p>\n<p>(56) Dalam ayat ini Allah melarang manusia agar tidak membuat kerusakan di muka bumi. Larangan membuat kerusakan ini mencakup semua bidang, seperti merusak pergaulan, jasmani dan rohani orang lain, kehidupan dan sumber-sumber penghidupan (pertanian, perdagangan, dan lain-lain), merusak lingkungan dan lain sebagainya. Bumi ini sudah diciptakan Allah dengan segala kelengkapannya, seperti gunung, lembah, sungai, lautan, daratan, hutan dan lain-lain, yang semuanya ditujukan untuk keperluan manusia, agar dapat diolah dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan mereka.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, manusia dilarang membuat kerusakan di muka bumi. Selain itu, Allah juga menurunkan agama dan mengutus para rasul untuk memberi petunjuk agar manusia dapat hidup dalam kebahagiaan, keamanan dan kedamaian. Sebagai penutup kenabian, Allah mengutus Rasulullah saw yang membawa ajaran Islam sebagai rahmat bagi semesta alam. Bila manusia mengikuti ajaran Islam dengan benar, maka seluruhnya akan menjadi baik, manusia menjadi baik, bangsa menjadi baik, dan negara menjadi baik pula. Sesudah Allah melarang manusia membuat kerusakan, maka di akhir ayat ini diungkap lagi tentang etika berdoa.<\/p>\n<p>Ketika berdoa untuk urusan duniawi atau ukhrawi, selain dengan sepenuh hati, khusuk dan suara yang lembut, hendaknya disertai pula dengan perasaan takut dan penuh harapan. Cara berdoa semacam ini akan mempertebal keyakinan dan akan menjauhkan diri dari keputusasaan, karena langsung memohon kepada Allah yang Mahakuasa dan Mahakaya. Rahmat Allah akan tercurah kepada orang yang berbuat baik, dan berdoa merupakan perbuatan baik. Oleh karenanya, rahmat Allah tentu dekat dan akan tercurah kepadanya. Anjuran untuk berbuat baik banyak diungkap dalam Al-Qur&#8217;an, seperti berbuat baik terhadap tetangga, kepada sesama manusia, kepada kawan, kepada lingkungan dan lainnya. Karena itu, bila seseorang akan menyembelih binatang, hendaknya ia melakukan dengan cara yang baik, yaitu dengan pisau yang tajam agar tidak menyebabkan penderitaan bagi binatang itu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em><strong>Tanggung jawab menjaga kebersihan fasilitas umum<\/strong><\/em><\/p>\n<p><strong>Al-Qasas 28:77<\/strong><\/p>\n<p dir=\"rtl\"><strong>\u0648\u064e\u0671\u0628\u06e1\u062a\u064e\u063a\u0650 \u0641\u0650\u064a\u0645\u064e\u0627\u0653 \u0621\u064e\u0627\u062a\u064e\u0649\u0670\u0643\u064e \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0671\u0644\u062f\u0651\u064e\u0627\u0631\u064e \u0671\u0644\u06e1\u0623\u0653\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u064e\u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0646\u0633\u064e \u0646\u064e\u0635\u0650\u064a\u0628\u064e\u0643\u064e \u0645\u0650\u0646\u064e \u0671\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u06e1\u064a\u064e\u0627\u06d6 \u0648\u064e\u0623\u064e\u062d\u06e1\u0633\u0650\u0646 \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627\u0653 \u0623\u064e\u062d\u06e1\u0633\u064e\u0646\u064e \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u064a\u06e1\u0643\u064e\u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0628\u06e1\u063a\u0650 \u0671\u0644\u06e1\u0641\u064e\u0633\u064e\u0627\u062f\u064e \u0641\u0650\u064a \u0671\u0644\u06e1\u0623\u064e\u0631\u06e1\u0636\u0650\u06d6 \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0671\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064e \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064f\u062d\u0650\u0628\u0651\u064f \u0671\u0644\u06e1\u0645\u064f\u0641\u06e1\u0633\u0650\u062f\u0650\u064a\u0646\u064e<\/strong><\/p>\n<p><em>Indonesian &#8211; Sabeq Company<\/em><\/p>\n<p>Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepada kamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>Indonesian &#8211; Tafsir Kemenag RI<\/em><\/p>\n<p>(77) Pada ayat ini, Allah menerangkan empat macam nasihat dan petunjuk yang ditujukan kepada Karun oleh kaumnya. Orang yang mengamalkan nasihat dan petunjuk itu akan memperoleh kesejahteraan di dunia dan akhirat.<\/p>\n<ol>\n<li>Orang yang dianugerahi oleh Allah kekayaan yang berlimpah ruah, perbendaharaan harta yang bertumpuk-tumpuk, serta nikmat yang banyak, hendaklah ia memanfaatkan di jalan Allah, patuh dan taat pada perintah-Nya, mendekatkan diri kepada-Nya untuk memperoleh pahala sebanyak-banyaknya di dunia dan akhirat. Sabda Nabi saw: Manfaatkan yang lima sebelum datang (lawannya) yang lima; mudamu sebelum tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu senggangmu sebelum kesibukanmu dan hidupmu sebelum matimu. (Riwayat al-Baihaqi dari Ibnu &#8216;Abbas)<\/li>\n<li>Setiap orang dipersilakan untuk tidak meninggalkan sama sekali kesenangan dunia baik berupa makanan, minuman, pakaian, serta kesenangan-kesenangan yang lain sepanjang tidak bertentangan dengan ajaran yang telah digariskan oleh Allah. Baik Allah, diri sendiri, maupun keluarga, mempunyai hak atas seseorang yang harus dilaksanakannya. Sabda Nabi Muhammad: Kerjakanlah seperti kerjanya orang yang mengira akan hidup selamanya. Dan waspadalah seperti akan mati besok. (Riwayat al-Baihaqi dari Ibnu &#8216;Umar)<\/li>\n<li>Setiap orang harus berbuat baik sebagaimana Allah berbuat baik kepadanya, misalnya membantu orang-orang yang memerlukan, menyambung tali silaturrahim, dan lain sebagainya.<\/li>\n<li>Setiap orang dilarang berbuat kerusakan di atas bumi, dan berbuat jahat kepada sesama makhluk, karena Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dampak polusi &amp; kerusakan alam akibat tangan manusia Ar-Rum 30:41 \u0638\u064e\u0647\u064e\u0631\u064e \u0671\u0644\u06e1\u0641\u064e\u0633\u064e\u0627\u062f\u064f \u0641\u0650\u064a \u0671\u0644\u06e1\u0628\u064e\u0631\u0651\u0650 \u0648\u064e\u0671\u0644\u06e1\u0628\u064e\u062d\u06e1\u0631\u0650 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0643\u064e\u0633\u064e\u0628\u064e\u062a\u06e1 \u0623\u064e\u064a\u06e1\u062f\u0650\u064a \u0671\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0644\u0650\u064a\u064f\u0630\u0650\u064a\u0642\u064e\u0647\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0639\u06e1\u0636\u064e \u0671\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1 \u064a\u064e\u0631\u06e1\u062c\u0650\u0639\u064f\u0648\u0646\u064e Indonesian &#8211; Sabeq Company Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-35","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kepedulian-lingkungan"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/quranic-urban-hub-haidar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/quranic-urban-hub-haidar\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/quranic-urban-hub-haidar\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/quranic-urban-hub-haidar\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/quranic-urban-hub-haidar\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/quranic-urban-hub-haidar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":80,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/quranic-urban-hub-haidar\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35\/revisions\/80"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/quranic-urban-hub-haidar\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/quranic-urban-hub-haidar\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/quranic-urban-hub-haidar\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}