Kata pengantar


Bismillahirrohmanirrohim, Alhamdulillahirabbil ‘alamin, wa bihi nasta’inu ‘ala umuriddunya waddin.

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada uswatun hasanah kita, Nabi Muhammad SAW, yang diutus membawa misi agung sebagai pembawa rahmat bagi semesta alam (Rahmatan lil ‘Alamin).

Bumi Borneo adalah potret indah dari hamparan laboratorium sosial yang sarat akan keberagaman. Di atas tanah khatulistiwa ini, berbagai suku, ras, budaya, dan keyakinan—mulai dari masyarakat Dayak, Banjar, Melayu, hingga komunitas pendatang—hidup berdampingan, menganyam takdir bersama dalam satu ruang geografis yang sama. Namun, merawat keharmonisan di atas heterogenitas bukanlah perkara yang bergulir tanpa tantangan. Ia membutuhkan komitmen etis, kedewasaan sikap, dan yang tak kalah penting, sebuah fondasi teologis yang kokoh.

Buku yang berada di tangan pembaca ini, “Hadis dan Qur’an Merajut Harmoni di Bumi Borneo: Teologi Menjaga Kerukunan dan Menghargai Perbedaan”, hadir sebagai upaya sadar untuk menggali, mengontekstualisasikan, dan membumikan nilai-nilai universal dari teks suci Al-Qur’an dan Hadis Nabi ke dalam realitas sosial masyarakat Kalimantan. Penulisan buku ini didorong oleh sebuah kesadaran bahwa teks keagamaan tidak boleh berhenti pada batas ruang ritual yang sunyi, melainkan harus bertransformasi menjadi aksi nyata yang solutif di tengah masyarakat.

Melalui lembar demi lembar buku ini, pembaca diajak untuk melihat bagaimana Islam memandang perbedaan bukan sebagai pemisah, melainkan sebagai media untuk saling mengenal (ta’aruf). Kasih sayang yang diajarkan dalam Islam ditegaskan tidak memiliki batas teritorial maupun sekat identitas. Lebih jauh, buku ini juga membedah tanggung jawab kemanusiaan kita dalam mengayomi kaum yang lemah (dhuafa) serta merawat kesadaran ekologis demi menjaga kelestarian alam Borneo yang dikenal sebagai salah satu paru-paru dunia.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa selesainya buku ini tidak luput dari bantuan, bimbingan, dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya penulis sampaikan kepada segenap guru, kolega, serta seluruh pihak yang telah meluangkan waktu, memberikan sumbangsih pemikiran, dan memberikan dorongan moral hingga karya ini dapat diterbitkan.

Tiada gading yang tak retak. Penulis menyadari bahwa buku ini masih jauh dari kesempurnaan. Kritik, saran, dan masukan yang membangun dari para pembaca sekalian akan sangat berharga demi perbaikan karya-karya di masa yang akan datang. Akhir kata, semoga buku ini dapat memberikan secercah kontribusi akademik maupun praktis, memantik ruang dialog yang sehat, serta menjadi amal jariah yang membawa keberkahan dan kedamaian abadi bagi bumi Borneo dan Indonesia tercinta.