Tabayyun (Verifikasi Informasi) Demi Mencegah Hoaks Sosial (Al-Tabayyun)Tabayyun (Verifikasi Informasi) Demi Mencegah Hoaks Sosial (Al-Tabayyun)


Di era digital yang serba cepat ini, gesekan sosial sering kali dipicu oleh berita bohong (hoaks) yang sengaja diembuskan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk mengadu domba antarsuku maupun antaragama, khususnya di wilayah multietnis seperti Kalimantan. Menghadapi tantangan ini, Islam telah memberikan panduan preventif yang sangat tegas melalui konsep tabayyun yaitu proses memeriksa, meneliti, dan mengklarifikasi kebenaran setiap informasi sebelum memercayai atau menyebarkannya.

terdapat disurah alquran surah al hujurat ayat 6

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًا ۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ

Wahai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu membawa berita penting, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena ketidaktahuan(mu) yang berakibat kamu menyesali perbuatanmu itu.

ada juga dihadis

كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

Cukup seseorang dikatakan dusta, jika ia menceritakan segala apa yang ia dengar.” (HR. Muslim no. 5). Imam Nawawi rahimahullah membawakan hadits di atas pada Shahih Muslim dalam judul Bab “Larangan membicarakan semua yang didengar.