Kasih Sayang Universal di Bumi Borneo


Kasih sayang dalam Islam sejatinya merupakan manifestasi dari sifat Rahman dan Rahim Allah SWT yang melampaui segala batas teritorial, sekat identitas suku, ras, maupun latar belakang agama, sehingga bumi Borneo yang kaya akan keberagaman ini akan selalu diberkahi, dinaungi kedamaian, dan dijauhkan dari perpecahan jika seluruh lapisan penduduknya berkomitmen untuk saling mengasihi, merangkul perbedaan, mengayomi mereka yang lemah dan tersisih, serta dengan tulus menghargai serta menjaga keberadaan sesama makhluk hidup, baik manusia maupun alam sekitarnya, sebagai wujud nyata dari misi Rahmatan lil ‘Alamin yang membawa ketenteraman abadi di tanah Kalimantan.

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ

Kami tidak mengutus engkau (Nabi Muhammad), kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Mewujudkan kedamaian di bumi Borneo memerlukan pemahaman mendalam atas konsep al-‘alamin, yang menegaskan bahwa pesan cinta kasih Islam bersifat universal dan tidak boleh terbelenggu oleh batasan suku, ras, agama, atau wilayah. Nilai Rahmatan lil ‘Alamin ini harus memayungi seluruh kemajemukan masyarakat Kalimantan termasuk etnis Dayak, Melayu, Banjar, dan para pendatang secara tulus demi terciptanya kehidupan yang rukun. Selain menuntut keadilan sosial berupa pembelaan terhadap kaum yang lemah dan tersisih, prinsip ini juga mewajibkan adanya kepedulian lingkungan yang tinggi untuk menjaga kelestarian hutan Borneo sebagai paru-paru dunia. Pada akhirnya, mengamalkan esensi ayat ini di tanah Kalimantan adalah tentang bagaimana mengubah nilai spiritual menjadi gerakan nyata yang merawat keharmonisan sesama manusia sekaligus menjaga alam, sehingga keberkahan yang hakiki dapat terwujud.

الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ، ارْحَمُوا أَهْلَ الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ

Orang-orang yang penyayang niscaya akan disayangi pula oleh Ar-Rahman (Allah). Maka, sayangilah penduduk bumi, niscaya yang di atas langit pun akan menyayangi kalian.” (HR Abu Dawud, dinyatakan shahih oleh Albani).