Fi’lu Kulli Mumkinin Autarkuhu


Sifat jaiz Allah ini hanya ada satu yakni fi’lu kulli mumkinin autarkuhu atau Allah itu mungkin berbuat segala sesuatu atau mungkin meninggalkannya (tidak berbuat). Oleh karena itu, Allah memiliki kebebasan berbuat atau meninggalkan tanpa ada yang memaksa.

Keterangan mengenai sifat jaiz Allah ini tercantum dalam Al-Qur’an surat Al-Qasas ayat 68 yang berbunyi:

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ وَيَخْتَارُ ۗ مَا كَانَ لَهُمُ ٱلْخِيَرَةُ ۚ سُبْحَٰنَ ٱللَّهِ وَتَعَٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ

Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia).

Dalam Tafsri Quraish Shihab : Tuhanmu menciptakan apa yang dikehendaki dengan kekuasaan-Nya. Dengan kebijakan-Nya, Dia memilih siapa saja yang dikehendaki untuk menyampaikan ajaran-ajaran-Nya dan untuk taat kepada-Nya sesuai dengan ilmu-Nya tentang kesiapan yang ada pada mereka. Seorang makhluk tidak mampu dan tidak berhak untuk memilih–demi mengabdi kepada Allah–agama-agama dan tuhan-tuhan yang batil, menurut kehendak mereka sendiri. Allah Swt. Mahasuci dari segala-sekutu-sekutu.