Hudus


2. Hudus
Hudus adalah sifat mustahil bagi Allah yang berarti baru. Allah sudah ada sejak manusia belum ada di muka bumi ini, sebab Allah lah yang menciptakan kita. Allah itu adalah yang utama.

Sebagaimana yang tercantum dalam QS Al-Hadid ayat 3:

هُوَ الْاَوَّلُ وَالْاٰخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ

Huwal-awwalu wal-ākhiru waẓ-ẓāhiru wal-bāṭin, wa huwa bikulli shai`in ‘alīm.

Artinya: Dialah Yang Pertama, Yang Akhir, Yang Luar dan Yang Dalam; dan Dialah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu, (QS. Al-Hadid: 3).

 

Tafsir jalalain :
Dialah Yang Awal) sebelum segala sesuatu ada, keawalan Dia tidak ada permulaannya (dan Yang Akhir) sesudah segala sesuatu berakhir, keakhiran-Nya tanpa batas (dan Yang Maha Zahir) melalui bukti-bukti yang menunjukkan kezahiran Nya (dan Yang Batin) yakni tidak dapat dilihat dan ditemukan oleh panca indra (dan Dia Maha Mengetahui atas segala sesuatu.

Penejalaan : Ayat “Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin” menunjukkan bahwa Allah sudah ada sebelum apa pun ada dan tetap ada setelah semua makhluk berakhir.
Kalau Allah bersifat hudūs (baru/tercipta), berarti Allah pasti punya awal, padahal ayat ini justru menegaskan Allah tidak memiliki permulaan.