Sifat Nafsiyah, adalah sifat yang berhubungan dengan Zat Allah. Hanya sifat Allah wujud yang tergolong sifat nafsinya.
Sifat wujud Allah adalah sifat yang mutlak ada dan tidak bisa dipisahkan dari zat Allah. Jika kita mencoba membayangkan Allah tanpa sifatwujud, maka kita akan terjebak dalam sebuah kontradiksi. Oleh karena itu, sifat wujud ini menjadi bukti kuat akan keberadaan Allah. Akal manusia dapat menangkap kebenaran ini dengan mudah ketika kita merenungkan asal-usul alam semesta dan bertanya siapa yang menciptakan semuanya.Tentu, dengan ini akal manusia akan menghantarkan kepada jawaban bahwa alam semesta ini merupakan ciptaan dari yang ada sebelum semuanya ada. Adanya Allah-lah yang akan menghentikan pertanyaan siapakah yang menciptaakan alam semesta ini melalui sifat wujudnya. Sifat wujud ini diabadikan dalam al-qur’an surah As-sajdah:4
ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ مَا لَكُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَلِىٍّ وَلَا شَفِيعٍ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ ﴿٤﴾
Artinya : Allah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Bagimu tidak ada seorang pun penolong maupun pemberi syafaat selain Dia. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?”(Q.S.32:4)
Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Allah adalah Pencipta semua yang ada, seperti langit, bumi, dan seluruh isinya. Allah juga mengatur dan menguasai segala sesuatu, sehingga tidak ada satu pun yang terjadi tanpa izin-Nya. Tidak ada penolong atau pemberi pertolongan selain Allah, dan tidak ada yang bisa memberi syafaat kecuali dengan izin-Nya.
Hal ini menunjukkan bahwa Allah benar-benar ada (sifat Wujūd), karena adanya alam semesta menjadi bukti bahwa Allah adalah Tuhan yang menciptakan dan mengatur semuanya. Dengan demikian, hanya Allah yang pantas disembah dan dimintai pertolongan.