Pengertian Ma’nawiyah dan sifat


Merupakan  kelaziman dari sifat ma’ani. Sifat Ma’nawiyah tidak dapat berdiri sendiri, sebab setiap ada sifat ma’ani tentu ada sifat ma’nawiyah.

  1. Qodiron (Berkuasa)  adalah makna sifat Qadiran, sifat wajib qâdiran memiliki makna bahwa Allah Maha Kuasa di atas segalanya di alam semesta ini. Allah SWT Berfirman dalam Surah Ali-Imran  ayat 26 :

قُلِ اللّٰهُمَّ مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَاۤءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاۤءُۖ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاۤءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاۤءُۗ بِيَدِكَ الْخَيْرُۗ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

                Artinya : Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai Allah, Pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa yang Engkau kehendaki.Di tangan-Mulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau                             Mahakuasa atas segala sesuatu.

Dalam Tafsir Jalalain (Katakanlah, “Wahai Tuhan) atau ya Allah (yang mempunyai kerajaan! Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki) di antara makhluk-makhluk-Mu (dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki) dengan memberinya kemuliaan itu (dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki) dengan mencabut darinya. (Di tangan-    Mulah segala kebaikan) demikian pula segala kejahatan; artinya dalam kekuasaan-Mulah semua itu. (Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.).

2. Muridan Sifat Murīd berarti Allah Maha Mengehendaki. Kehendak Allah mengatur segala sesuatu yang terjadi di alam semesta, termasuk nasib dan takdir seluruh makhluk. Sebagaimana firman Allah dalam Surah Hud ayat 107 :

خٰلِدِيْنَ فِيْهَا مَا دَامَتِ السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُ اِلَّا مَا شَاۤءَ رَبُّكَۗ اِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيْدُ

Artinya : Mereka kekal di dalamnya selama masih ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Melaksanakan apa yang Dia kehendaki.

(Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi) artinya selama keberadaan langit dan bumi di alam dunia (kecuali) melainkan (jika Rabbmu menghendaki yang lain) yaitu perpanjangan waktu yang melebihi umur langit dan bumi. Makna yang dimaksud adalah tidak terbatas; mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. (Sesungguhnya Rabbmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.).

3. Aliman artinya  adalah mengetahui. Allah memiliki ilmu yang sempurna. Allah mengetahui segala sesuatu, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, yang ada di langit maupun di bumi, yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi. Allah SWT. Dalilnya dalam QS An-Nisa ayat 176

وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌࣖ

Artinya : Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”(Q.S.4:176 )

Bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu menegaskan sifat Allah al-‘Alīm, yaitu ilmu-Nya yang sempurna, meliputi seluruh hakikat dan akibat dari setiap ketetapan-Nya. Karena bersumber dari ilmu yang mutlak dan tidak terbatas, petunjuk Allah bertujuan agar manusia tidak tersesat dalam memahami dan menjalani ketentuan-Nya.

4. Hayyan artinya yang dimaksud dengan sifat hayyan adalah Allah subhânahu wata’âlâ Maha Hidup. Karena Allah Maha Sempurna, hidup tidak akan dipengaruhi oleh waktu, keadaan, atau lokasi, sepeerti firman nya dalam surah Al-Furqan ayat 58 :

وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِيْ لَا يَمُوْتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهٖۗ وَكَفٰى بِهٖ بِذُنُوْبِ عِبَادِهٖ خَبِيْرًاۚ

Artinya : Bertawakallah kepada (Allah) Yang Mahahidup yang tidak mati dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya.

Dalam tafsir Jalalain(Dan bertawakallah kepada Allah Yang Hidup Kekal Yang tidak mati, dan bertasbihlah) seraya (memuji kepada-Nya) yakni, katakanlah, ‘Subhanallah Wal Hamdulillah’ yang artinya; Maha Suci Allah dan segala puji bagi Allah. (Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya) lafal Bihi berta’alluq kepada lafal Dzunubi.

5. Sami’an Dalam bahasa Arab, sifat samî‟an artinya mendengar. Sifat wajib samîan artinya Allah subhânahu wata‟âlâ Maha Mendengar segala sesuatu yang ada di dunia ini. sebgaimana firman Allah surah Al-Maidah ayat 76 :

قُلْ أَتَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا ۚ وَاللَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Artinya : Katakanlah: “Mengapa kamu menyembah selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudharat kepadamu dan tidak (pula) memberi manfaat?” Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

(Katakanlah, “Mengapa kamu menyembah selain daripada Allah) selain-Nya (sesuatu yang tidak dapat memberi mara bahaya kepadamu dan tidak pula memberi manfaat?” Dan Allahlah Yang Maha Mendengar) terhadap perkataan-perkataanmu (lagi Maha Mengetahui) tentang tindak-tandukmu; kata istifham/kata tanya di sini menunjukkan keingkaran. ( Tafsir Jalalain )

As-Sami’ berarti Allah mendengar semua suara, bahasa, dan hajat makhluk-Nya tanpa batas alat atau jarak, kontras dengan sesembahan lemah yang tak berdaya. Dalam tafsir Jalalain, penyebutan ini menunjukkan Allah mengetahui perkataan syirik mereka, sehingga pertanyaan retoris Nabi menjadi peringatan tegas.

6. Bashiran Dalam bahasa Arab sifat bashîran artinya melihat atau mengawasi. Sifat wajib basiran berarti Allah selalu mengawasi segala sesuatu yang terjadi di alam semesta, termasuk perbuatan manusia. firman nya dalam surah al hujurat ayat 18 :

إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Artinya : Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

(Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan di bumi) yakni apa-apa yang tidak kelihatan pada keduanya. (Dan Allah Maha Melihat apa yang kalian kerjakan) dapat dibaca Ta’maluuna atau Ya’maluuna, kalau dibaca Ya’maluuna artinya, Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. Maksudnya tiada sesuatu pun darinya yang samar bagi-Nya ( Tafsir Jalalain ).

7. Mutakalimman Dalam bahasa arab sifat mutakaliman artinya berfirman atau berbicara. Artinya, Allah memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan makhluk-Nya.  Firman Allahdalam QS An-Nisa ayat 164 :

وَرُسُلًا قَدْ قَصَصْنَاهُمْ عَلَيْكَ مِنْ قَبْلُ وَرُسُلًا لَمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ ۚ وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَىٰ تَكْلِيمًا

Artinya : Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung.

Dalam Tafsir Jalalain (Dan) telah Kami utus (rasul-rasul yang telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dulu, dan rasul-rasul yang belum Kami kisahkan). Diriwayatkan bahwa Allah swt. mengirim delapan ribu orang nabi, empat ribu dari kalangan Bani Israel dan empat ribu lagi dari kalangan manusia lainnya ini dikatakan oleh Syekh dalam surah Ghafir. (Dan Allah telah berbicara dengan Musa sebenar berbicara) artinya secara langsung.