Pengertian Sifat


Istilah Asma wa Siifat ini berasal dari tiga kata dalam bahasa Arab, yaitu asma, wa, dan ṣifat. Kata asma ini adalah bentuk jamak dari isim yang memiliki arti “nama”. Kata wa berarti “dan”, sedangkan ṣifat merupakan bentuk jamak dari ṣifah yang memiliki sebuah arti “sifat”, dan kebodohan. Secara bahasa, istilah asmā wa ṣifāt berarti “nama dan sifat”. Dalam istilah syar’i, khususnya dalam konteks tauhid, asma wa ṣifaat merujuk pada pengakuan terhadap keesaan Allah Swt. melalui penerimaan nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah berkeyakinan bahwa mengimani asmā wa ṣifāt berarti menerima semua nama dan sifat yang Allah tetapkan untuk diri-Nya sesuai wahyu Nabi, tanpa mengubah maknanya.

 

Beberapa sifat dijelaskan secara tegas dalam syariat dan masuk akal bagi akal manusia, dengan cara yang sesuai bagi Allah. Karena akal manusia sendiri tidak cukup untuk memahami keseluruhan sifat-Nya, dibutuhkan iman, yaitu kepasrahan dan keyakinan bahwa Allah memiliki sifat-sifat tersebut sesuai wahyu yang disampaikan melalui para Rasul-Nya. Menurut etimologi para ulama ada 20 sifat-sifat Allah adalah sifat sempurna yang yang tidak terhingga bagi Allah. Sifat-sifat Allah wajib bagi setiap muslim mempercayai bahwa terdapat beberapa sifat kesempurnaan yang tidak terhingga bagi Allah