{"id":22,"date":"2026-01-23T08:42:49","date_gmt":"2026-01-23T08:42:49","guid":{"rendered":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/sifat-allah-khawa\/sifat-wajib-mustahil-jaiz\/"},"modified":"2026-01-23T08:42:49","modified_gmt":"2026-01-23T08:42:49","slug":"sifat-wajib-mustahil-jaiz","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/sifat-allah-khawa\/sifat-wajib-mustahil-jaiz\/","title":{"rendered":"Sifat Wajib, Mustahil, Jaiz"},"content":{"rendered":"<p>Sifat wajib<\/p>\n<p>Secara garis besar, sifat-sifat Allah dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sifat wajib, sifat mustahil, dan yang terakhir sifat jaiz. Sifat wajib adalah sifat-sifat yang pasti ada pada Allah dan mustahil tidak dimiliki-Nya. Sifat-sifat ini menjadi ciri keesaan dan kesempurnaan Allah.<\/p>\n<p>Sifat mustahil<\/p>\n<p>Merupakan sifat yang tidak mungkin dimiliki oleh Allah SWT atau kebalikanya dengan sifat wajib<\/p>\n<p>Sifat Jaiz<\/p>\n<p>Sifat jaiz merupakan salah satu sifat Allah yang menunjukkan kemungkinan bagi-Nya untuk berbuat ataupun tidak berbuat hal sesuai dengan kehendak Allah. Secara bahasa, kata jaiz berarti \u201cboleh\u201d atau \u201cdiperbolehkan\u201d. Dalam pemahaman teologis, sifat jaiz menandakan bahwa Allah memiliki kebebasan untuk melakukan perbuatan tertentu atau memilih untuk tidak melakukannya, sesuai dengan kehendak-Nya yang mutlak. Hal ini berbeda dengan sifat wajib, yang merupakan perbuatan yang pasti ada pada Allah dan tidak mungkin tidak ada, serta sifat mustahil, yakni sifat yang sama sekali tidak mungkin dimiliki Allah.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sifat wajib Secara garis besar, sifat-sifat Allah dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sifat wajib, sifat mustahil, dan yang terakhir sifat jaiz. Sifat wajib adalah sifat-sifat yang pasti ada pada Allah dan mustahil tidak dimiliki-Nya. Sifat-sifat ini menjadi ciri keesaan dan kesempurnaan Allah. Sifat mustahil Merupakan sifat yang tidak mungkin dimiliki oleh Allah SWT atau kebalikanya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":53,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-22","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sifat-wajib-mustahil-jaiz"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/sifat-allah-khawa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/sifat-allah-khawa\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/sifat-allah-khawa\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/sifat-allah-khawa\/wp-json\/wp\/v2\/users\/53"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/sifat-allah-khawa\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/sifat-allah-khawa\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/sifat-allah-khawa\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/sifat-allah-khawa\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/sifat-allah-khawa\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}