عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رضي الله عنه، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ
أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ.
(رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ.)
Dari Umar bin al-Khattab r.a., Nabi ﷺ bersabda:
“Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak dapat melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.”
(Hr. Bukhori & Muslim)
Kandungan Hadis:
- Ihsan merupakan tingkatan tertinggi dalam beribadah kepada Allah.
- Seorang muslim hendaknya merasa selalu diawasi oleh Allah dalam setiap perkataan dan perbuatannya.
- Kesadaran akan pengawasan Allah akan melahirkan keikhlasan dan rasa tanggung jawab.
- Ihsan menjadi dasar pembentukan akhlak yang mulia dalam kehidupan sehari-hari.
- Hadis ini mengajarkan pentingnya menghadirkan hati ketika beribadah.