حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَأَبُو كُرَيْبٍ، قَالَا: حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه
الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ، وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ، احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ، وَلَا تَعْجِزْ، وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ: لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا، وَلَكِنْ قُلْ: قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ، فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ.
(رَوَاهُ مُسْلِمٌ)
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abi Syaibah dan Abu Kuraib, keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah, dari al-A’masy, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah r.a. Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah ﷺ bersabda:
“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah, meskipun pada keduanya terdapat kebaikan. Bersungguh-sungguhlah terhadap apa yang bermanfaat bagimu, mohonlah pertolongan kepada Allah, dan jangan merasa lemah. Apabila engkau tertimpa sesuatu, janganlah berkata, ‘Seandainya dahulu aku berbuat demikian, tentu akan begini dan begitu.’ Akan tetapi katakanlah, ‘Ini adalah ketetapan Allah, dan apa yang Dia kehendaki pasti Dia lakukan.’ Sesungguhnya ucapan ‘seandainya’ membuka pintu godaan setan.”
(Hr. Muslim)
Kandungan Hadis
- Islam mendorong umatnya menjadi pribadi yang kuat secara iman, mental, dan fisik.
- Seorang muslim diperintahkan untuk fokus pada hal-hal yang bermanfaat dan memohon pertolongan kepada Allah.
- Penyesalan yang berlebihan terhadap masa lalu dapat melemahkan kondisi psikologis; karena itu
- Rasulullah ﷺ melarang larut dalam ucapan “seandainya”.
- Menerima takdir Allah setelah berikhtiar merupakan salah satu kunci ketenangan hati.
- Hadis ini memberikan prinsip penting dalam membangun ketahanan mental melalui usaha, tawakal, dan penerimaan terhadap ketentuan Allah.