عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ
قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي، فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي، وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلَإٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ
(رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ)
Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Allah berfirman:
“Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya apabila ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di hadapan suatu kaum, Aku mengingatnya di hadapan kaum yang lebih baik daripada mereka.”
(Hr. Bukhori)
Kandungan Hadis
- Hadis ini mengajarkan pentingnya berbaik sangka (ḥusnuzan) kepada Allah.
- Zikir menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah sekaligus menenangkan hati.
- Seorang mukmin hendaknya membangun harapan kepada rahmat Allah, bukan tenggelam dalam keputusasaan.
- Kesadaran bahwa Allah selalu bersama hamba-Nya yang berzikir dapat memperkuat ketahanan mental ketika menghadapi ujian.
- Dalam perspektif kesehatan mental, hadis ini menumbuhkan optimisme, rasa aman, dan keyakinan bahwa Allah tidak meninggalkan hamba-Nya.