Allah Melihat Hati dan Amal


حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنْ سُهَيْلٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ

إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَلَا إِلَى أَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ.

(رَوَاهُ مُسْلِمٌ)

Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb, telah menceritakan kepada kami Jarir, dari Suhail, dari ayahnya (Abu Shalih), dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa kalian dan tidak pula harta kalian, tetapi Allah melihat hati dan amal-amal kalian.”

(Hr. Muslim)

Kandungan Hadis:

  1. Allah tidak menilai manusia berdasarkan penampilan fisik, kedudukan, atau kekayaan yang
  2. dimilikinyaPenilaian Allah didasarkan pada kebersihan hati, keikhlasan niat, dan kualitas amal yang dilakukan.Seorang muslim hendaknya lebih mengutamakan memperbaiki hati daripada hanya
  3. memperindah penampilan lahiriah.Amal yang dilakukan dengan ikhlas akan lebih bernilai di sisi Allah
  4. dibandingkan amal yang dilakukan untuk mendapatkan pujian manusia.Hadis ini menjadi dasar penting dalam pembahasan tentang keikhlasan (ikhlas) dan penyucian hati (tazkiyatun nafs).