Hadis – Allah Mengangkat Derajat Orang yang Tawadhu’


 حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ وَقُتَيْبَةُ وَابْنُ حُجْرٍ قَالُوا حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ وَهُوَ ابْنُ جَعْفَرٍ عَنْ الْعَلَاءِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ

(رَوَاهُ مُسْلِمٌ)

Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Ayyub] dan [Qutaibah] dan [Ibnu Hujr] mereka berkata: Telah menceritakan kepada kami [Isma’il] yaitu Ibnu Ja’far dari [Al A’laa] dari [Bapaknya] dari [Abu Hurairah] dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya. Dan tidak ada orang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.”

(Hr. Muslim)

Kandungan Hadis

  1. Tawadhu’ yang dilakukan dengan ikhlas akan menjadi sebab Allah meninggikan derajat seseorang di dunia maupun di akhirat.
  2. Kemuliaan sejati tidak diperoleh melalui kesombongan, melainkan melalui kerendahan hati.
  3. Hadis ini mengajarkan bahwa penghormatan yang datang dari Allah lebih utama daripada pujian manusia.
  4. Sikap rendah hati memperkuat hubungan sosial karena mendorong saling menghormati dan menghargai.
  5. Dalam perspektif psikologi Islam, tawadhu’ membantu membentuk kepribadian yang stabil, tidak haus pengakuan, dan tidak bergantung pada validasi orang lain.