Hadis – Bersemangatlah terhadap sesuatu yang bermanfaat


حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَمُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ، قَالَا: حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:

الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ، وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ، احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ، وَلَا تَعْجِزْ، وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ: لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا، وَلَكِنْ قُلْ: قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ، فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

(رَوَاهُ مُسْلِمٌ)

“Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abi Syaibah dan Muhammad bin Abdullah bin Numair. Keduanya berkata, ‘Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah, dari Al-A’masy, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah Sawbersabda:

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah, meskipun pada masing-masing ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah terhadap sesuatu yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan merasa lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah maka janganlah berkata, ‘Seandainya aku melakukan demikian tentu akan begini dan begitu.’ Akan tetapi katakanlah, ‘Ini adalah takdir Allah dan apa yang Dia kehendaki pasti Dia lakukan.’ Karena ucapan ‘seandainya’ membuka pintu godaan setan.”

(Hr. Muslim)

Kandungan Hadis

  1. Islam mendorong umatnya menjadi pribadi yang kuat, aktif, dan produktif.
  2. Seorang Muslim diperintahkan fokus pada hal-hal yang bermanfaat.
  3. Produktivitas harus disertai tawakal kepada Allah.
  4. Seorang Muslim tidak boleh mudah menyerah atau putus asa.
  5. Menyesali masa lalu secara berlebihan hanya membuka peluang bisikan setan.