Hadis – Larangan Memuji Diri Sendiri


عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ عَطَاءٍ، قَالَ: سَمَّيْتُ ابْنَتِي بَرَّةَ، فَقَالَتْ لِي زَيْنَبُ بِنْتُ أَبِي سَلَمَةَ: إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ نَهَى عَنْ هَذَا الِاسْمِ، وَقَالَ:

لَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ، اللَّهُ أَعْلَمُ بِأَهْلِ الْبِرِّ مِنْكُمْ.

(رَوَاهُ مُسْلِمٌ)

Dari Muhammad bin ‘Amr bin ‘Atha’, ia berkata: Aku menamai putriku Barrah. Lalu Zainab binti Abu Salamah berkata kepadaku, “Rasulullah ﷺ melarang nama seperti itu dan bersabda:

‘Janganlah kalian menyucikan (memuji) diri kalian sendiri. Allah lebih mengetahui siapa yang benar-benar baik di antara kalian.’

(Hr. Muslim)

Kandungan Hadis

  1. Islam melarang seseorang memuji atau menganggap dirinya paling baik.
  2. Penilaian terhadap kemuliaan seseorang merupakan hak Allah.
  3. Kerendahan hati merupakan akhlak yang harus dimiliki setiap muslim.
  4. Hadis ini mengajarkan agar seseorang tidak mencari validasi dengan mengagungkan dirinya.
  5. Dalam konteks psikologi, hadis ini membantu membangun konsep diri yang sehat tanpa sikap narsistik.