عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ عَطَاءٍ، قَالَ: سَمَّيْتُ ابْنَتِي بَرَّةَ، فَقَالَتْ لِي زَيْنَبُ بِنْتُ أَبِي سَلَمَةَ: إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ نَهَى عَنْ هَذَا الِاسْمِ، وَقَالَ:
لَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ، اللَّهُ أَعْلَمُ بِأَهْلِ الْبِرِّ مِنْكُمْ.
(رَوَاهُ مُسْلِمٌ)
Dari Muhammad bin ‘Amr bin ‘Atha’, ia berkata: Aku menamai putriku Barrah. Lalu Zainab binti Abu Salamah berkata kepadaku, “Rasulullah ﷺ melarang nama seperti itu dan bersabda:
‘Janganlah kalian menyucikan (memuji) diri kalian sendiri. Allah lebih mengetahui siapa yang benar-benar baik di antara kalian.’
(Hr. Muslim)
Kandungan Hadis
- Islam melarang seseorang memuji atau menganggap dirinya paling baik.
- Penilaian terhadap kemuliaan seseorang merupakan hak Allah.
- Kerendahan hati merupakan akhlak yang harus dimiliki setiap muslim.
- Hadis ini mengajarkan agar seseorang tidak mencari validasi dengan mengagungkan dirinya.
- Dalam konteks psikologi, hadis ini membantu membangun konsep diri yang sehat tanpa sikap narsistik.