QS. AL-JUMU’AH: 10


فَاِذَا قُضِيَتِ الصَّلٰوةُ فَانْتَشِرُوْا فِى الْاَرْضِ وَابْتَغُوْا مِنْ فَضْلِ اللّٰهِ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

artinya: Apabila salat (Jumat) telah dilaksanakan, bertebaranlah kamu di bumi, carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.

Ayat ini merupakan pilar penting dalam etos kerja Islam yang mengatur keseimbangan sempurna antara dimensi spiritual dan material. Setelah menunaikan kewajiban salat Jumat, Allah SWT memerintahkan kaum muslimin untuk kembali produktif bergerak di muka bumi demi menjemput rezeki dan karunia-Nya melintasi berbagai sektor ekonomi. Islam melarang umatnya bersikap malas atau mengabaikan ikhtiar duniawi dengan dalih ibadah semata.

Namun, dalam konsep Smart Muslim Finance, aktivitas mencari nafkah tidak boleh membuat seseorang melupakan penciptanya. Allah menegaskan agar manusia tetap berzikir dan mengingat-Nya sebanyak-banyaknya di tengah kesibukan perniagaan atau pekerjaan. Keselarasan antara kerja keras yang jujur dan hati yang selalu terikat kepada Allah inilah yang menjadi kunci keberuntungan sejati (falah). Formula ini memastikan bahwa harta yang didapatkan di dunia tidak hanya menghasilkan keuntungan materi, melainkan juga mendatangkan keberkahan, ketenangan jiwa, dan keselamatan di akhirat kelak.