Syukur setelah makan dengan mengakui bahwa rezeki datang dari Allah semata


عَنْ مُعَاذِ بْنِ أَنَسٍ، عَنْ أَبِيهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ أَكَلَ طَعَامًا فَقَالَ: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Dari Mu’adz bin Anas, dari ayahnya radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa makan suatu makanan lalu mengucapkan: ‘Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makan ini dan merezekikannya kepadaku tanpa daya dan kekuatan dariku’, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.”

(HR. Abu Dawud, no. 4023; Tirmidzi, no. 3458 — hasan menurut Tirmidzi, Ibnu Hajar, dan disepakati Syaikh Salim Al-Hilali)