Segala Urusan Mukmin Itu Baik


حَدَّثَنَا هَدَّابُ بْنُ خَالِدٍ الأَزْدِيُّ، وَشَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ، جَمِيعًا عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ الْمُغِيرَةِ، – وَاللَّفْظُ لِشَيْبَانَ – حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ، حَدَّثَنَا ثَابِتٌ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى، عَنْ صُهَيْبٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ‏”‏ عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ ‏”‏ ‏.‏

Haddab bin Khalid al-Azdi dan Shaiban bin Farrukh—dengan redaksi yang mengikuti riwayat Shaiban—keduanya meriwayatkan kepada kami dari Sulaiman bin al-Mughirah: Sulaiman meriwayatkan kepada kami, Thabit meriwayatkan kepada kami, dari ‘Abd al-Rahman bin Abi Layla, dari Suhayb, yang berkata: Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam) bersabda: “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin; seluruh urusannya adalah kebaikan, dan hal ini tidak berlaku bagi siapa pun kecuali bagi seorang mukmin. Jika ia memperoleh kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya; dan jika ia ditimpa kesulitan, ia bersabar, dan itu baik baginya.”

(HR.Muslim 2999)