Mad


PERTANYAAN:
  1. Jelaskan makna mad menurut bahasa dan istilah!
  2. Sebutkan huruf yang dibaca Mad (rumus mad asli)!
  3. Kapan terjadinya mad tamkin?
  4. Sebutkan macam-macam mad!
  5. Kapan terjadinya bacaan mad wajib muttasil?
  6. Kapan terjadinya bacaan mad jaiz munfasil?
  7. Jelaskan makna wajib muttasil dan jaiz munfasil!
  8. Kapan terjadinya bacaan mad Aridh (Arti Baru datang)?
  9. Kapan terjadinya bacaan mad Lin?
  10. Kapan terjadinya bacaan mad badal?
  11. Kapan terjadinya bacaan mad Iwad (Arti = Tukar)?
  12. Kenapa dinamakan mad badal?
  13. Kapan terjadinya bacaan mad Shilah Qoshirah?
  14. Kapan terjadinya bacaan mad Shilah Thowilah?
  15. Ha dhamir jatuh setelah/sebelum sukun dibaca pendek, berilah contoh!
  16. Ha’ dhamir jatuh setelah sukun dibaca pendek kecuali satu tempat dibaca panjang satu alif, contohkan!
  17. Kapan terjadinya bacaan mad lazim kilıni mutsaqqol?
  18. Kapan terjadinya bacaan mad lazim kilmi mukhaffaf?
  19. Kapan terjadinya bacaan mad lazim harfi mutsaqqol?
  20. Kapan terjadinya bacaan mad lazim?

JAWABAN:
  1. Menurut bahasa: Tambah. Menurut istilah: Membaca sebuah huruf panjang lebih dari 2 harakat.
  2. Alif jatuh setelah fathah, Wawu jatuh setelah dhammah, Ya’ jatuh setelah kasrah.
  3. Jika Ya’ mati jatuh setelah Ya’ kasrah bertasydid. Contoh: النبين
  4. Mad Ashli, Tamkin, Wajib Muttashil, Jaiz Munfasil, Aridh Lissukun, Lin, Badal, Iwad, Shilah, Lazim, Farqi.
  5. Jika huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata panjangnya 5 harakat. Contoh : جاء
  6. Jika huruf mad bertemu hamzah dalan dua kata panjangnya 5 harakat. Contoh : وما أنزل
  7. Wajib Para ulama Qurro’ sepakat membaca panjang lebih dari 2 harakat.
    Muttasil: Bertemunya huruf mad dengan hamzah dalam satu kata.
    Jaiz: Para ulama berbeda pendapat dalam ukuran panjangnya.
    Munfasil: Bertemunya huruf mad dengan hamzah terpisah/dalam 2 kata.
  8. Huruf mad bertemu dengan sukun karena waqaf. Panjangnya 2, 4, atau 6 harakat. Contoh : يعلمون
  9. Jika huruf Lin yaitu Wawu / YA, jatuh setelah fathah bertemu sukun. Panjangnya 2, 4, atau 6. harakat. Contoh : خوف – بيت
  10. Ketika hamzah jatuh sebelum huruf mad dalam satu kata. Panjangnya 2 harakat. Contoh: امنوا – إيمان – أوتوا
  11. Jika ada fathatain jatuh di akhir kata dan dibaca waqaf. Panjang 2 harakat. Contoh : رحيماً
  12. Asal huruf mad tersebut adalah hamzah kemudian diganti dengan huruf mad karena ada kaidah jika ada 2 hamzah berkumpul yang kedua mati maka yang kedua diganti dengan huruf mad yang sesuai.
  13. Jika ha’ dhamir (kata ganti) tidak bertemu dengan hamzah panjangnya 2 harakat. Contoh : له ما في السموات
  14. Kecuali kata برضه لكم ia dibaca pendek 1 harakat
  15. Ha’ dhamir bertemu hamzah panjangnya 5 harakat عنده إلا  – فيه اجراً – له الملك
  16. Yaitu QS. Al-Furqon: 69. ويخلد فيه مهاناً
  17. Jika huruf mad bertemu tasydid dalam satu kata panjang 6 harakat Contoh : ولا الضالين
  18. Jika huruf mad bertemu dengan sukun dalam satu kata, panjang 6 harakat. Contoh الآن Di Al Qur’an hanya ada satu.
  19. Jika huruf mad bertemu tasydid dalam satu huruf panjang 6 harakat. Contoh : الم
  20. Jika huruf mad bertemu sukun dalam satu huruf panjang 6 harakat. Contoh : الۤرٰ
  21. Jika ada hamzah istifham (hamzah untuk bertanya) bertemu dengan AL Contoh : الذكرين . Mad farqi juga disebut mad lazim kilmi.