عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ:
قَبَّلَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ الْحَسَنَ بْنَ عَلِيٍّ وَعِنْدَهُ الْأَقْرَعُ بْنُ حَابِسٍ التَّمِيمِيُّ جَالِسًا، فَقَالَ الْأَقْرَعُ: إِنَّ لِي عَشَرَةً مِنَ الْوَلَدِ مَا قَبَّلْتُ مِنْهُمْ أَحَدًا، فَنَظَرَ إِلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ثُمَّ قَالَ: «مَنْ لَا يَرْحَمْ لَا يُرْحَمْ»
“Dari Abu Hurairah: Rasulullah mencium Hasan bin Ali, padahal di sisinya ada Aqra’ bin Habis. Aqra’ berkata: ‘Saya punya 10 anak, tidak pernah mencium satupun.’ Maka Nabi memandanginya lalu bersabda: ‘Barangsiapa tidak menyayangi, maka tidak akan disayangi.'”
Riwayat: HR. Bukhari no. 5998, Muslim no. 2318 – Shahih
Penjelasan Ulama: Di dalam Fathul Bari, dijelaskan bahwa mengekspresikan kedekatan secara fisik merupakan bagian integral dari sunnah kenabian. Sentuhan ramah mendatangkan stabilitas mental yang kokoh bagi anak.
💡 Tips Praktis Pengasuhan: Biasakan mencium dahi anak saat hendak pergi, sepulang kerja, maupun sebelum tidur. Kontak mata yang intensif juga mengirimkan sinyal cinta yang tulus.