عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّهَا حَمَلَتْ بِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ… قَالَتْ:
ثُمَّ جِئْتُ بِهِ النَّبِيَّ ﷺ فَوَضَعَهُ فِي حِجْرِهِ ثُمَّ دَعَا بِتَمْرَةٍ فَمَضَغَهَا ثُمَّ بَصَقَ فِي فِيهِ… ثُمَّ دَعَا لَهُ وَبَرَّكَ عَلَيْهِ
“Aku membawa Abdullah bin Az-Zubair ke hadapan Nabi ﷺ, lalu beliau meletakkannya di pangkuannya, meminta kurma lalu mengunyahnya dan meniupkannya ke mulut bayi… kemudian mendoakan dan memohon keberkahan untuknya.”
Riwayat: HR. Bukhari no. 3909, Muslim no. 2146 – Shahih
Penjelasan Ulama: Imam An-Nawawi menjelaskan kesunnahannya melakukan tahnik (mengunyah kurma lalu menempelkannya ke langit-langit mulut bayi) dan mendoakan keberkahan bagi bayi yang baru lahir sebagai langkah awal penyucian diri spiritual dan pemeliharaan kesehatan fisik anak.
💡 Tips Praktis Pengasuhan: Mintalah orang shalih atau mintalah ayah kandung untuk mentahnik bayi yang baru lahir sembari melantunkan doa kebaikan dan keberkahan hidup.