عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كُنْتُ أَلْعَبُ بِالْبَنَاتِ عِنْدَ النَّبِيِّ ﷺ، وَكَانَ لِي صَوَاحِبُ يَلْعَبْنَ مَعِي، فَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا دَخَلَ يَتَقَمَّعْنَ مِنْهُ، فَيُسَرِّبُهُنَّ إِلَيَّ فَيَلْعَبْنَ مَعِي
“Aisyah berkata: Aku biasa bermain boneka anak-anak di dekat Nabi ﷺ. Aku memiliki teman-teman yang bermain bersamaku. Jika Rasulullah masuk, mereka bersembunyi karena segan, namun beliau justru menyuruh mereka kembali bermain bersamaku.”
Riwayat: HR. Bukhari no. 6130, Muslim no. 2440 – Shahih
Penjelasan Ulama: Ibnu Hajar menguraikan hadis ini sebagai dalil pembolehan menyediakan alat permainan edukasi (seperti boneka) bagi anak perempuan untuk melatih naluri pengasuhan maternal serta pentingnya memfasilitasi kebutuhan sosial pertemanan anak.
💡 Tips Praktis Pengasuhan: Sediakan mainan yang aman, edukatif, dan sesuai dengan tahapan usia tumbuh kembang anak serta dukung mereka bersosialisasi secara sehat.