عَنْ أَنَسٍ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ ﷺ أَحْسَنَ النَّاسِ خُلُقًا، وَكَانَ لِي أَخٌ يُقَالُ لَهُ أَبُو عُمَيْرٍ… فَقَالَ: «يَا أَبَا عُمَيْرٍ، مَا فَعَلَ النُّغَيْرُ؟»
“Anas berkata: Nabi ﷺ adalah manusia yang paling mulia akhlaknya. Aku memiliki seorang adik kecil yang dipanggil Abu Umair… (ketika burung pipit peliharaannya mati) Nabi menghampirinya dan menghiburnya dengan berkata: ‘Wahai Abu Umair, apa yang sedang dilakukan oleh si Nugair (burung kecil)?'”
Riwayat: HR. Bukhari no. 6129, Muslim no. 2150 – Shahih
Penjelasan Ulama: Imam An-Nawawi menjelaskan indahnya empati psikologis Rasulullah. Seorang pemimpin besar bersedia meluangkan waktu demi menghibur rasa duka mendalam seorang anak kecil atas hilangnya hewan peliharaan, memvalidasi perasaan sedihnya tanpa meremehkan.
💡 Tips Praktis Pengasuhan: Jangan meremehkan masalah atau kesedihan kecil anak (seperti mainannya yang rusak). Dengarkan keluh kesahnya dan tunjukkan empati yang tulus agar ia merasa didengar.