عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَعْفَرٍ قَالَ: أَرْدَفَنِي رَسُولُ اللَّهِ ﷺ خَلْفَهُ ذَاتَ يَوْمٍ… ثُمَّ أَخَذَ بِيَدِي وَقَالَ: «أَلَا أُبَشِّرُكَ؟»… ثُمَّ قَالَ:
«اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِي مَا رَزَقْتَهُمْ»
“Dari Abdullah bin Ja’far: Rasulullah memboncengkanku… lalu memegang tanganku & berkata: ‘Maukah aku beri kabar gembira?’… Kemudian beliau berdoa: ‘Ya Allah, berkahilah mereka pada rezeki yang Engkau berikan.'”
Riwayat: HR. Muslim no. 2042 – Shahih
Penjelasan Ulama: Melalui hadis ini, Imam An-Nawawi memotivasi agar para pendidik mengedepankan doa kebaikan di setiap momentum interaksi intim. Doa tulus orang tua adalah bahan bakar kesuksesan hidup anak.
💡 Tips Praktis Pengasuhan: Di kala anak bertingkah menyebalkan, tahanlah lisan dari sumpah serapah. Balikkan kemarahan Anda menjadi doa harapan: ‘Semoga Allah memberimu hidayah!’