عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شَدَّادٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ: خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ… وَهُوَ حَامِلٌ حَسَنًا أَوْ حُسَيْنًا… فَسَجَدَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ سَجْدَةً أَطَالَهَا… قَالَ:
«إِنَّ ابْنِي ارْتَحَلَنِي فَكَرِهْتُ أَنْ أُعَجِّلَهُ حَتَّى يَقْضِيَ حَاجَتَهُ»
“Rasulullah ﷺ keluar menemui kami dengan menggendong Hasan atau Husein… lalu beliau bersujud dan memperlama sujudnya… Setelah shalat beliau bersabda: ‘Sesungguhnya cucuku ini telah menunggangi punggungku, maka aku tidak suka menyegerakannya sampai ia menyelesaikan kemauannya.'”
Riwayat: HR. An-Nasa’i no. 1141 – Shahih
Penjelasan Ulama: As-Sindi menjelaskan bahwa kelapangan dada Nabi mengizinkan anak bermain di saat ibadah ritual menunjukkan kelonggaran emosional agar anak merasa bahwa masjid dan ibadah adalah ruang yang penuh kasih, ramah, dan menyenangkan bagi dunianya.
💡 Tips Praktis Pengasuhan: Jangan membentak atau mengusir anak dengan kasar ketika ia mendekat atau sedikit mengganggu Anda yang sedang shalat/ibadah di rumah. Dekati dengan kelembutan seusai shalat.