Pentingnya Bermain & Ikatan Aktif


عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ:

خَرَجْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ فِي بَعْضِ أَسْفَارِهِ… فَقَالَ لِلْقَوْمِ: «تَقَدَّمُوا»… ثُمَّ قَالَ لِي: «تَعَالَيْ أُسَابِقْكِ» فَسَابَقْتُهُ فَسَبَقْتُهُ…

“Aisyah berkata: Aku pergi bersama Rasulullah… Beliau berkata pada rombongan: ‘Majulah kalian dulu’… Lalu beliau berkata kepadaku: ‘Kemari, kita balapan.’ Maka kami balapan dan aku mengalahkannya…”

Riwayat: HR. Abu Dawud no. 2578 – Shahih

Penjelasan Ulama: Al-Khattabi menguraikan bahwa Islam tidak melarang kegembiraan dan rekreasi yang halal. Interaksi bermain bersama anak akan meluruhkan rasa kaku di dalam hubungan kekeluargaan.

💡 Tips Praktis Pengasuhan: Sediakan waktu khusus minimal 15-30 menit sehari tanpa gangguan gawai untuk bermain, bersenda gurau, atau mengobrol santai bersama anak.