عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: لَا تَعَلَّمُوا الْعِلْمَ لِتُبَاهُوا بِهِ الْعُلَمَاءَ، وَلَا لِتُمَارُوا بِهِ السُّفَهَاءَ، وَلَا لِتَصْرِفُوا وُجُوهَ النَّاسِ إِلَيْكُمْ، فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَهُوَ فِي النَّارِ، إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
مَنْ طَلَبَ الْعِلْمَ لِيُمَارِيَ بِهِ السُّفَهَاءَ، أَوْ لِيُبَاهِيَ بِهِ الْعُلَمَاءَ، أَوْ لِيَصْرِفَ وُجُوهَ النَّاسِ إِلَيْهِ، فَهُوَ فِي النَّارِ
“Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma ia berkata: ‘Janganlah kalian menuntut ilmu untuk pamer kemegahan di depan para ulama, jangan pula untuk mendebat orang-orang bodoh, dan jangan pula agar pandangan mata manusia tertuju kepada kalian. Barangsiapa melakukan hal itu, maka dia berada di neraka.’ Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Barangsiapa menuntut ilmu demi mendebat orang-orang bodoh, atau untuk pamer kemegahan di depan para ulama, atau agar pandangan mata manusia tertuju kepada dirinya, maka dia berada di neraka.'” (HR. Ibnu Majah)