Hadis 8: Kiamat Kecil Berupa Wafatnya Para Ulama


عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ قَالَ: حَجَّ عَلَيْنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ، فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ، حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُؤُوسًا جُهَّالًا، فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ، فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

“Dari Urwah bin Az-Zubair ia berkata: Abdullah bin Amr bin Al-Ash datang kepada kami untuk menunaikan ibadah haji, maka aku mendengarnya berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

‘Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan cara merenggutnya langsung dari dada manusia, melainkan Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para ulama. Hingga ketika Allah tidak menyisakan seorang alim pun, manusia akan mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh. Ketika mereka ditanya, mereka memberikan fatwa tanpa dasar ilmu, sehingga mereka sesat dan menyesatkan orang lain.'” (HR. Al-Bukhari)