Hadis 9: Larangan Keras Menafsirkan Al-Qur’an Tanpa Ilmu


عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

اتَّقُوا الْحَدِيثَ عَنِّي إِلَّا مَا عَلِمْتُمْ، فَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ، وَمَنْ قَالَ فِي الْقُرْآنِ بِرَأْيِهِ أَوْ بِمَا لَا يَعْلَمُ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

“Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda: ‘Jagalah (berhati-hatilah dalam menyampaikan) hadis dariku kecuali apa yang benar-benar kalian ketahui. Karena barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka bersiaplah menempati tempat duduknya di neraka. Dan barangsiapa yang berkata tentang Al-Qur’an dengan pendapatnya sendiri atau tanpa dasar ilmu, maka bersiaplah menempati tempat duduknya di neraka.'” (HR. At-Tirmidzi)