حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ، حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ، قَالَ: حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ أَبِي عَمْرٍو، قَالَ: سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:
«اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ»
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keluh kesah dan rasa sedih, dari sifat lemah dan malas, dari sifat bakhil (kikir) dan penakut, dari lilitan utang dan penguasaan (intimidasi) orang lain.”
Pesan Utama:
- Agama Islam memberikan perhatian serius pada aspek kesehatan mental (mental health).
- Pentingnya memohon kekuatan spiritual untuk keluar dari jebakan emosi negatif (cemas dan sedih).
- Larangan memelihara sifat malas dan gaya hidup yang memicu lilitan utang finansial.
Melalui doa ini, Rasulullah ﷺ mengajarkan kita untuk waspada terhadap penyakit mental dan sosial. Istilah Al-Hamm merujuk pada kecemasan berlebih terhadap masa depan (anxiety), sedangkan Al-Hazan merujuk pada kesedihan mendalam atas masa lalu (depression). Sifat malas (al-kasal) dan lilitan utang (dhala’id dain) adalah rantai yang bisa melumpuhkan produktivitas manusia. Hadis ini mendorong kita untuk aktif menjaga stabilitas emosi, kesehatan jiwa, dan kemandirian hidup.
Sumber: Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, Kitab ad-Da’awat, No. 6363