Keseimbangan Hak Allah, Diri, dan Keluarga


حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ عَوْنٍ، حَدَّثَنَا أَبُو الْعُمَيْسِ، عَنْ عَوْنِ بْنِ أَبِي جُحَيْفَةَ، عَنْ أَبِيهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: آخَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ سَلْمَانَ وَأَبِي الدَّرْدَاءِ… فَقَالَ لَهُ سَلْمَانُ:

إِنَّ لِرَبِّكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَلِنَفْسِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَلِأَهْلِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، فَأَعْطِ كُلَّ ذِي حَقٍّ حَقَّهُ. فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: صَدَقَ سَلْمَانُ

Diceritakan kepada kami oleh Muhammad bin Basysyar, yang mendengarnya dari Ja’far bin ‘Aun, yang mendengarnya dari Abu al-‘Umais, dari ‘Aun bin Abi Juhaifah, dari ayahnya (Abu Juhaifah) r.a. yang berkata: “Nabi ﷺ mempersaudarakan Salman dan Abu Darda… lalu Salman berkata:”

 Sesungguhnya Tuhanmu memiliki hak atasmu, dirimu memiliki hak atasmu, dan keluargamu memiliki hak atasmu. Maka berikanlah kepada setiap yang memiliki hak, haknya masing-masing.” Kemudian Abu Darda mendatangi Nabi ﷺ dan menceritakan hal itu. Nabi ﷺ bersabda: “Salman benar.”

Pesan Utama:

  1. Hidup harus seimbang antara ibadah, kesehatan diri, dan urusan keluarga.
  2. Menjaga kesehatan tubuh dan meluangkan waktu untuk keluarga juga termasuk ibadah.

Islam melarang kita menjadi orang yang “workaholic” (gila kerja) ataupun “ibadah-aholic” sampai melupakan kesehatan tubuh dan menelantarkan keluarga. Tubuh kita mempunyai hak untuk istirahat dan keluarga kita juga mempunyai hak untuk ditemani.