Konsep Keseimbangan dalam Islam


Dalam khazanah keilmuan Islam terdapat beberapa istilah yang berkaitan dengan keseimbangan hidup, yaitu التوازن (tawāzun), الاعتدال (i’tidāl), dan الوسطية (wasaṭiyyah).

a. التوازن (Tawāzun)
Secara bahasa, tawāzun berarti keseimbangan atau keadaan yang proporsional. Dalam konteks kehidupan seorang Muslim, tawāzun adalah kemampuan menempatkan setiap hak dan kewajiban secara adil sesuai porsinya, baik hak Allah, hak diri sendiri, hak keluarga, maupun hak masyarakat.

Konsep inilah yang paling dekat dengan makna Work Life Balance.

b. الاعتدال (I’tidāl)
I’tidāl berarti lurus, adil, dan tidak berlebihan. Dalam praktik kehidupan, i’tidāl diwujudkan dengan menghindari sikap ekstrem dalam beribadah, bekerja, maupun memenuhi kebutuhan duniawi. Dengan demikian, i’tidāl merupakan prinsip yang menjaga seseorang agar tetap berada pada jalan yang proporsional.

c. الوسطية (Wasaṭiyyah)
Wasaṭiyyah berarti sikap pertengahan atau moderat. Islam mengajarkan umatnya untuk menghindari sikap berlebihan maupun meremehkan dalam seluruh aspek kehidupan. Sikap moderat tersebut menjadi salah satu karakter utama ajaran Islam.

Hubungan Ketiga Konsep
Ketiga istilah tersebut saling berkaitan. التوازن (tawāzun) merupakan tujuan yang ingin dicapai, sedangkan الاعتدال (i’tidāl) dan الوسطية (wasaṭiyyah) merupakan prinsip yang mengantarkan seseorang kepada keseimbangan hidup. Dengan demikian, konsep Work Life Balance dalam perspektif Islam lebih tepat dipahami sebagai implementasi nilai التوازن yang diwujudkan melalui sikap الاعتدال dan الوسطية.