Menjaga Fokus dan Meninggalkan Hal yang Tidak Berguna


 حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا الْمُغِيرَةُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ حُسَيْنٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

 «مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ»

“Di antara tanda kesempurnaan Islam seseorang adalah dia meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.”

Pesan Utama:

  1. Kualitas iman seseorang tecermin dari kemampuannya mengatur prioritas hidup.
  2. Menghindari distraksi (gangguan) berupa urusan orang lain yang tidak berkaitan dengan diri kita.
  3. Penghematan energi pikiran untuk hal-hal yang produktif dan membawa kebaikan.

Dalam menjalani kehidupan yang seimbang, manajemen fokus sangatlah penting. Hadis ini menasihati kita untuk menjauhkan diri dari aktivitas yang tidak mendatangkan manfaat nyata bagi dunia maupun akhirat kita, seperti bergosip, mencampuri urusan privasi orang lain, atau menanggapi konflik yang tidak perlu. Dengan menyaring informasi dan menjauhi hal-hal yang tidak berguna, kita dapat menjaga ketenangan batin serta mengalokasikan waktu secara optimal untuk hal yang benar-benar berharga.

Sumber: Jāmi’ at-Tirmiżī, Kitab az-Zuhd, No. 2317