Menyelesaikan Pekerjaan Hingga Tuntas dan Tidak Menunda Tanggung Jawab


 حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الطُّفَاوِيُّ، عَنْ سُلَيْمَانَ الأَعْمَشِ، عَنْ مُجَاهِدٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِبَعْضِ جَسَدِي فَقَالَ:

          «كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ» وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يَقُولُ: «إِذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ»

“Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan orang asing atau pengembara.” Dan Ibnu Umar (setelah menerima petunjuk tersebut) selalu berkata: “Jika engkau berada di sore hari, janganlah menunggu datangnya pagi; dan jika engkau berada di pagi hari, janganlah mmenunggu datangnya sore (segera selesaikan tugasmu saat ini).”

Pesan Utama:

  1. Etos kerja profesional menuntut penyelesaian tugas secara tangkas tanpa kebiasaan menunda-nunda (procrastination).
  2. Menghargai setiap tenggat waktu (deadline) sebagai bentuk komitmen dan integritas moral seorang pekerja.
  3. Mengelola fokus harian dengan prinsip mengeksekusi apa yang bisa dikerjakan hari ini demi efisiensi sistem kerja.

Nasihat manajemen waktu dari Rasulullah ﷺ yang dikembangkan oleh Ibnu Umar ini adalah inti dari produktivitas kerja (Professional Excellence). Seseorang yang profesional tidak akan menumpuk-numpuk pekerjaannya hingga menciptakan beban stres di kemudian hari. Dengan menyelesaikan tanggung jawab secara disiplin sesuai porsinya waktu demi waktu, seseorang tidak hanya menghasilkan kinerja yang luar biasa, tetapi juga berhasil menyisakan ruang waktu yang bersih untuk kehidupan pribadi dan keluarganya tanpa terganggu sisa beban kerja.

Sumber: Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, No. 6416 & Ṣaḥīḥ Muslim, No. 2739