Menyempatkan Bermain dan Menghibur Anak di Rumah


حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مِنْهَالٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، قَالَ: أَخْبَرَنِي عَدِيُّ بْنُ ثَابِتٍ، قَالَ: سَمِعْتُ بَرَاءً رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ:

 «رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ عَلَى عَاتِقِهِ، وَهُوَ يَقُولُ: اللَّهُمَّ إِنِّي أُحِبُّهُ فَأَحِبَّهُ»

 “Aku melihat Nabi ﷺ memikul Al-Hasan bin Ali (cucunya) di atas pundaknya, seraya beliau berdoa: ‘Ya Allah, sesungguhnya aku mencintainya, maka cintailah ia.”

Pesan Utama:

  1. Pentingnya membangun kedekatan emosional (bonding) dengan anak melalui interaksi fisik yang menyenangkan.
  2. Menampilkan sisi kelembutan dan kehangatan figur orang tua saat berada di dalam rumah.
  3. Keseimbangan peran antara kesibukan di luar rumah dan kebersamaan yang berkualitas dengan buah hati.

Di tengah tanggung jawab besar mengurus negara, perang, dan umat, Rasulullah ﷺ tidak kehilangan sisi humanisnya sebagai seorang kakek dan ayah. Beliau kerap menggendong, memeluk, dan bermain fisik dengan anak-anak. Hadis ini memotivasi para pekerja agar sesampainya di rumah, mereka menanggalkan penat profesi untuk memberikan perhatian, kasih sayang, dan waktu bermain yang cukup bagi anak-anak mereka.

Sumber: Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, No. 5997.