حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مِنْهَالٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، قَالَ: أَخْبَرَنِي عَدِيُّ بْنُ ثَابِتٍ، قَالَ: سَمِعْتُ بَرَاءً رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ:
«رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ عَلَى عَاتِقِهِ، وَهُوَ يَقُولُ: اللَّهُمَّ إِنِّي أُحِبُّهُ فَأَحِبَّهُ»
“Aku melihat Nabi ﷺ memikul Al-Hasan bin Ali (cucunya) di atas pundaknya, seraya beliau berdoa: ‘Ya Allah, sesungguhnya aku mencintainya, maka cintailah ia.”
Pesan Utama:
- Pentingnya membangun kedekatan emosional (bonding) dengan anak melalui interaksi fisik yang menyenangkan.
- Menampilkan sisi kelembutan dan kehangatan figur orang tua saat berada di dalam rumah.
- Keseimbangan peran antara kesibukan di luar rumah dan kebersamaan yang berkualitas dengan buah hati.
Di tengah tanggung jawab besar mengurus negara, perang, dan umat, Rasulullah ﷺ tidak kehilangan sisi humanisnya sebagai seorang kakek dan ayah. Beliau kerap menggendong, memeluk, dan bermain fisik dengan anak-anak. Hadis ini memotivasi para pekerja agar sesampainya di rumah, mereka menanggalkan penat profesi untuk memberikan perhatian, kasih sayang, dan waktu bermain yang cukup bagi anak-anak mereka.
Sumber: Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, No. 5997.