Pentingnya Menjaga Kesehatan Jiwa dari Sifat Malas dan Beban Utang


حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ، حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ، قَالَ: حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ أَبِي عَمْرٍو، قَالَ: سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:

«اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ»

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keluh kesah dan rasa sedih, dari sifat lemah dan malas, dari sifat bakhil (kikir) dan penakut, dari lilitan utang dan penguasaan (intimidasi) orang lain.”

Pesan Utama:

  1. Agama Islam memberikan perhatian serius pada aspek kesehatan mental (mental health).
  2. Pentingnya memohon kekuatan spiritual untuk keluar dari jebakan emosi negatif (cemas dan sedih).
  3. Larangan memelihara sifat malas dan gaya hidup yang memicu lilitan utang finansial.

Melalui doa ini, Rasulullah ﷺ mengajarkan kita untuk waspada terhadap penyakit mental dan sosial. Istilah Al-Hamm merujuk pada kecemasan berlebih terhadap masa depan (anxiety), sedangkan Al-Hazan merujuk pada kesedihan mendalam atas masa lalu (depression). Sifat malas (al-kasal) dan lilitan utang (dhala’id dain) adalah rantai yang bisa melumpuhkan produktivitas manusia. Hadis ini mendorong kita untuk aktif menjaga stabilitas emosi, kesehatan jiwa, dan kemandirian hidup.

Sumber: Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, Kitab ad-Da’awat, No. 6363