«كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، الإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ»
Arti: “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang imam/pemimpin publik adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyatnya. Dan seorang laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas keluarganya…”
Pesan Utama:
- Setiap individu memiliki wilayah kepemimpinan dan tanggung jawab sosialnya masing-masing.
- Sukses di ranah publik (karir profesional) tidak menggugurkan kewajiban mengurus ranah domestik (keluarga).
- Adanya akuntabilitas (pertanggungjawaban) spiritual di akhirat atas peran yang kita jalani di dunia.
Hadis ini mengingatkan kita akan pentingnya akuntabilitas ganda. Seseorang tidak boleh berlindung di balik alasan “sibuk bekerja mencari uang” sehingga menelantarkan pendidikan moral anak atau abai terhadap kondisi emosional keluarganya. Islam menuntut kita untuk memimpin, melindungi, dan mengarahkan keluarga dengan baik, karena kelak semua peran kepemimpinan tersebut akan dimintai laporan pertanggungjawabannya.
Sumber: Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (No. 893) & Ṣaḥīḥ Muslim (No. 1829).