Ketenangan hati tidak cukup hanya dengan perasaan damai sesaat. Manusia membutuhkan arah hidup agar ketenangan itu bertahan dan tidak mudah goyah. Di sinilah hidayah berperan. Al-Qur’an menegaskan bahwa hidayah bukan sekadar pengetahuan, tetapi cahaya yang menuntun manusia dalam menjalani kehidupan.
Tanpa hidayah, manusia mudah gelisah meskipun hidupnya tampak baik secara lahiriah. Sebaliknya, dengan hidayah, seseorang mampu merasa tenang meskipun berada dalam keterbatasan.
Hidayah dalam Al-Qur’an bermakna petunjuk dari Allah yang mengarahkan hati, pikiran, dan tindakan manusia ke jalan yang benar. Hidayah tidak hanya membuat manusia tahu mana yang benar, tetapi juga menumbuhkan kesiapan batin untuk menjalani kebenaran tersebut.
Karena itu, hidayah selalu berkaitan dengan ketenangan. Hati yang mendapat hidayah tidak mudah bimbang, sebab ia memiliki pegangan yang jelas dalam menentukan sikap dan pilihan hidup.