Makna An-Nafs al-Muthmainnah


Setelah melalui kegelisahan, dzikir, rahmat, sakinah, rasa aman, kesabaran, dan hidayah, Al-Qur’an mengarahkan manusia pada tujuan akhir ketenangan batin, yaitu jiwa yang tenang (an-nafs al-muthmainnah). Ini adalah kondisi batin tertinggi, ketika hati telah mantap, damai, dan ridha terhadap ketetapan Allah.

Jiwa yang tenang bukan berarti hidup tanpa ujian, melainkan hati yang tidak lagi dikuasai oleh kegelisahan, karena sepenuhnya bersandar kepada Allah.

Secara bahasa, muthmainnah berasal dari kata ṭuma’nīnah yang berarti tenang, stabil, dan tidak guncang. Dalam Al-Qur’an, an-nafs al-muthmainnah menggambarkan jiwa yang telah mencapai ketenangan hakiki karena keimanannya yang kokoh.